Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
HeadlinePeristiwaTojo Una-una

Enam Pendaki Tersesat di Gunung Lamari Berhasil Dievakuasi

14
×

Enam Pendaki Tersesat di Gunung Lamari Berhasil Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
Tim SAR berhasil mengevakuasi enam pendaki yang tersesat di Gunung Lamari dalam kondisi selamat setelah pencarian malam hari.

Inframenews.id, Tojo Una-Una – Senin, 13 April 2026

Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu melalui Unit Siaga SAR (USS) Ampana berhasil mengevakuasi enam pendaki yang dilaporkan tersesat di Gunung Lamari, Desa Saluaba, Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una.

Informasi kejadian diterima dari pihak keluarga pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 22.05 WITA, setelah para pendaki tidak kunjung kembali dari kegiatan pendakian.

Sebelumnya, keenam pendaki diketahui berangkat menuju Gunung Lamari pada pukul 08.40 WITA dan dijadwalkan kembali pada pukul 17.00 WITA. Namun hingga malam hari, mereka belum kembali dan tidak dapat dihubungi.

Upaya pencarian awal oleh keluarga dan masyarakat setempat tidak membuahkan hasil, sehingga laporan disampaikan ke USS Ampana untuk meminta bantuan SAR.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue USS Ampana tiba di lokasi sekitar pukul 22.50 WITA dan langsung melakukan operasi pencarian.

Hasilnya, pada pukul 00.12 WITA, tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh korban dalam kondisi selamat di sekitar 1 kilometer dari puncak Gunung Lamari.

Selanjutnya, para pendaki dievakuasi menuju pos registrasi dan pada pukul 01.00 WITA seluruh korban telah diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, menyampaikan bahwa dengan ditemukannya seluruh korban dalam kondisi selamat, operasi SAR dinyatakan selesai.

Adapun enam pendaki yang berhasil dievakuasi masing-masing bernama Bilal, Ramdan, Andika, Kodin, Fahmi, dan Fatur.

Operasi SAR tersebut melibatkan Tim Rescue USS Ampana, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, serta masyarakat setempat, dengan dukungan peralatan seperti kendaraan rescue, peralatan navigasi, komunikasi, hingga perlengkapan evakuasi dan medis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *