Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
HeadlineInternasional

Rusia Balas Serangan Ukraina dengan Gempuran Brutal Saat Gencatan Berlaku

11
×

Rusia Balas Serangan Ukraina dengan Gempuran Brutal Saat Gencatan Berlaku

Sebarkan artikel ini
Ukraina kembali diserang Rusia. (RYNA RYBAKOVA / The 93rd Kholodnyi Yar Separate / AFP)

Inframenews.id, Moskow – Jumat, 8 Mei 2026

Rusia melancarkan serangan balasan besar-besaran ke wilayah Ukraina di tengah masa gencatan senjata sementara yang sebelumnya diumumkan untuk memperingati Hari Kemenangan Perang Dunia II. Eskalasi terbaru ini kembali memanaskan konflik kedua negara.

Melansir dari media CNN Indonesia, serangan balasan dilakukan setelah Rusia mengklaim wilayahnya digempur drone Ukraina saat gencatan senjata sepihak mulai diberlakukan pada 8 Mei. Moskow menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran serius yang memicu respons militer keras.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pasukannya berhasil menghancurkan ratusan drone Ukraina yang disebut mengarah ke sejumlah wilayah strategis, termasuk kawasan sekitar Moskow. Otoritas Rusia mengklaim setidaknya hampir 350 drone berhasil dicegat dalam satu malam.

Tak lama setelah insiden itu, Rusia melancarkan serangan udara dan rudal ke beberapa wilayah Ukraina. Ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah kota, sementara otoritas Ukraina menyebut serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban luka di beberapa titik.

Pemerintah Ukraina sebelumnya menolak gencatan senjata sepihak yang diumumkan Rusia dan menilai langkah tersebut hanya bermuatan propaganda politik menjelang parade Hari Kemenangan di Moskow.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky disebut telah mengusulkan gencatan senjata alternatif yang lebih panjang, namun usulan tersebut tidak mendapat respons positif dari pihak Rusia.

Di sisi lain, Rusia memperingatkan kemungkinan serangan lebih besar apabila Ukraina kembali melakukan serangan selama masa penghentian sementara operasi militer tersebut. Moskow bahkan sempat meminta warga sipil serta staf diplomatik asing meninggalkan Kyiv sebagai langkah antisipasi.

Situasi ini memperlihatkan rapuhnya upaya penghentian konflik di tengah ketegangan yang terus meningkat. Harapan terciptanya jeda kemanusiaan kembali memudar setelah kedua pihak saling tuding melakukan pelanggaran.

Konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung berkepanjangan hingga 2026 terus menimbulkan kekhawatiran global, terutama terhadap stabilitas kawasan Eropa Timur dan keamanan internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *