Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
HeadlineLingkunganParigi MoutongPeristiwa

Video Banjir di Kayuboko Viral, Warga Soroti Dugaan Dampak Aktivitas Tambang

5
×

Video Banjir di Kayuboko Viral, Warga Soroti Dugaan Dampak Aktivitas Tambang

Sebarkan artikel ini
anjir bercampur lumpur yang menerjang kawasan jembatan Kayuboko-Air Panas viral di media sosial. Beragam komentar warga bermunculan, sebagian mengaitkan kejadian tersebut dengan aktivitas pertambangan emas di wilayah Kayuboko dan meminta adanya investigasi dari pihak berwenang.

Inframenews.id, Parigi Moutong – Rabu, 3 Juni 2026

Sebuah video yang memperlihatkan banjir menerjang kawasan jembatan penghubung Desa Kayuboko dan Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat.

Video tersebut diunggah oleh akun Bambang di grup Facebook “Info Kota Parigi”. Dalam rekaman terlihat debit air berwarna keruh bercampur lumpur mengalir deras melintasi area jembatan.

Arus air membawa material lumpur dan batu, sementara sebagian badan jalan di sekitar lokasi tampak tergenang. Kondisi itu membuat akses penghubung antar desa terlihat berisiko bagi pengendara yang melintas.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, aliran air tampak datang dari arah kawasan perbukitan yang berada di sekitar lokasi aktivitas pertambangan rakyat di Desa Kayuboko.

Unggahan tersebut kemudian mendapat ratusan komentar dari warga yang mengaitkan kejadian banjir dengan aktivitas pertambangan yang berlangsung di wilayah hulu.

Sejumlah warga menduga luapan air bercampur lumpur berasal dari kawasan tambang emas yang berada di Desa Kayuboko.

Salah seorang warganet, Eko Wijaya, menyoroti dugaan pembuangan limbah tambang secara langsung ke aliran sungai tanpa melalui penampungan terlebih dahulu.

“Tambang Kayuboko, talang jumbo ada beberapa titik, langsung buang limbah ke kuala, tidak ada penampung. Kalau sudah begini siapa yang bertanggung jawab,” tulisnya dalam kolom komentar.

Komentar serupa disampaikan akun Yudialamsya yang mempertanyakan praktik pembuangan limbah tambang ke aliran sungai.

“Yang punya talang jumbo yang bertanggung jawab sudah tahu dampaknya jadi seperti ini, kenapa mesti harus buang limbahnya ke kuala,” tulisnya.

Sementara itu, akun Ma’mun Darahima menduga material sisa pengolahan emas tidak ditampung dan akhirnya terbawa hingga ke wilayah hilir.

“Depe emas di Kayuboko, depe ampas ta tampung di Olaya,” tulisnya.

Selain menyoroti dugaan penyebab banjir, sejumlah warga juga meminta adanya tanggung jawab dari pihak yang terlibat dalam aktivitas pertambangan.

Akun Oslan Todi Barasonggo menilai pihak yang berkaitan dengan aktivitas tambang perlu bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat.

“Siapa yang bertanggung jawab kalau sudah begini. Air sudah di kebun masyarakat semua. Tolong pengurus koperasi yang ada kaitannya dengan pengurus tambang harus bertanggung jawab,” tulisnya.

Ia juga meminta adanya ganti rugi terhadap tanaman warga yang terdampak genangan air.

Komentar lain datang dari Fadli Larette yang meminta aktivitas tambang ilegal dihentikan karena dinilai lebih banyak menimbulkan kerugian dibanding manfaat bagi masyarakat luas.

Namun, terdapat pula warga yang menilai persoalan tersebut tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pengelola tambang. Salah satunya akun Harfan SE yang berpendapat aktivitas pertambangan tidak akan berkembang tanpa adanya dukungan dari sebagian masyarakat setempat.

Dari berbagai komentar yang muncul, terlihat adanya keresahan masyarakat terhadap dampak lingkungan yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan di wilayah Kayuboko.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola tambang maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti banjir yang terekam dalam video tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi berwenang dapat melakukan penelusuran dan kajian lapangan guna memastikan penyebab banjir serta menjawab berbagai kekhawatiran yang berkembang di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *