Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
EkonomiParigi MoutongSulawesi Tengah

Motif Bomba Saga Jadi Identitas Budaya Baru Parigi Moutong di Pameran MTQ Sulteng

13
×

Motif Bomba Saga Jadi Identitas Budaya Baru Parigi Moutong di Pameran MTQ Sulteng

Sebarkan artikel ini
Motif Bomba Saga yang mengusung filosofi Sambulu Gana diperkenalkan Dekranasda Parigi Moutong pada Pameran UMKM MTQ Sulteng. Kain tenun ini kini resmi menjadi identitas budaya baru Kabupaten Parigi Moutong. (Diskominfo)

Inframenews.id, Sigi – Sabtu, 6 Juni 2026

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Parigi Moutong memperkenalkan Motif Bomba Saga sebagai identitas budaya baru daerah pada Pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

Pameran yang digelar di kawasan Taman Likuifaksi, Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sabtu (6/6/2026), menjadi ajang bagi Parigi Moutong untuk menampilkan kekayaan budaya sekaligus produk unggulan daerah kepada masyarakat Sulawesi Tengah.

Kegiatan yang diinisiasi Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah tersebut diikuti oleh 13 kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah.

Pada kesempatan itu, stan Parigi Moutong menarik perhatian pengunjung dengan menampilkan kain tenun bermotif Bomba Saga yang kini resmi menjadi ikon budaya baru daerah.

Ketua Dekranasda Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga, mengatakan Motif Bomba Saga merupakan hasil proses panjang yang melibatkan berbagai pihak sebelum akhirnya diluncurkan pada tahun 2025.

Menurutnya, motif tersebut lahir melalui sayembara terbuka dan kajian akademik yang mendalam untuk menghasilkan identitas budaya yang merepresentasikan karakter serta nilai-nilai masyarakat Parigi Moutong.

Nama Saga sendiri merupakan akronim dari Sambulu Gana, sebuah filosofi lokal yang memiliki makna mendalam dan kini diwujudkan dalam bentuk motif tenun khas daerah.

“Dekranasda Parigi Moutong hadir tidak hanya untuk memamerkan produk, tetapi membawa misi budaya. Kain tenun bermotif Bomba Saga ini adalah identitas baru kami yang sarat akan makna dan sejarah lokal,” ujar Hestiwati.

Selain menjadi simbol identitas budaya, kehadiran Motif Bomba Saga juga diharapkan mampu memperkuat posisi tenun khas Parigi Moutong di tengah perkembangan industri kreatif dan kerajinan daerah.

Melalui ajang pameran tersebut, Dekranasda Parigi Moutong berupaya memperkenalkan motif baru itu kepada masyarakat luas sekaligus mendorong pelestarian budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda.

Meski saat ini proses produksi kain bermotif Bomba Saga masih melibatkan penenun dari luar daerah, Dekranasda Parigi Moutong telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk membangun kemandirian produksi di daerah.

Salah satunya melalui program pembinaan dan pelatihan bagi para penenun lokal agar mampu memproduksi kain bermotif Bomba Saga secara mandiri.

Dengan demikian, manfaat ekonomi dari pengembangan motif tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekaligus mendukung upaya pelestarian budaya daerah.

“Harapan besar kami, ke depan motif Bomba Saga sepenuhnya diproduksi oleh tangan-tangan terampil penenun lokal kita sendiri. Dengan begitu, manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Parigi Moutong sekaligus menjaga warisan budaya ini tetap lestari,” pungkas Hestiwati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *