Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
Pasang Iklan di Inframenews
HeadlinePeristiwaPoso

Penambang Emas Hanyut di Sungai Lariang Poso, Tim SAR Sisir Dua Jalur Pencarian

11
×

Penambang Emas Hanyut di Sungai Lariang Poso, Tim SAR Sisir Dua Jalur Pencarian

Sebarkan artikel ini
Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap Gito Aprianto (31), penambang emas yang diduga hanyut saat menyeberangi Sungai Lariang di Desa Doda Lore, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso.

Inframenews.id, Poso – Senin, 15 Juni 2026

Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang penambang emas yang dilaporkan hanyut di Sungai Lariang, Desa Doda Lore, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Korban diketahui bernama Gito Aprianto (31) yang diduga terseret arus saat hendak menyeberangi Sungai Lariang usai pulang dari aktivitas menambang emas di kawasan Bulu Tuwo.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu, Muh. Rizal, SH, mengatakan laporan kejadian diterima dari Kepala Desa Doda Lore, Cristian, pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 10.10 WITA.

“Berdasarkan informasi yang diterima, korban bersama adiknya pulang dari aktivitas menambang emas. Saat hendak menyeberangi Sungai Lariang, korban diduga terseret arus dan hanyut,” kata Muh. Rizal dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, adik korban sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun derasnya arus sungai membuat usaha penyelamatan tidak berhasil.

Sebelum melaporkan kejadian kepada Basarnas, keluarga bersama masyarakat setempat telah melakukan pencarian secara mandiri. Namun hingga sore hari korban belum berhasil ditemukan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu memberangkatkan enam personel Tim Rescue menuju lokasi kejadian pada Minggu (14/6/2026). Tim tiba di Desa Doda Lore sekitar pukul 19.26 WITA dan langsung berkoordinasi dengan keluarga korban serta unsur SAR lainnya untuk menyusun rencana pencarian.

Memasuki hari kedua operasi, Senin (15/6/2026), Tim SAR Gabungan mengawali kegiatan dengan briefing, pengecekan kesiapan personel dan peralatan, pembagian tugas, serta penyampaian prosedur keselamatan kerja sesuai standar operasional Basarnas.

Selanjutnya, tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran darat di sepanjang aliran Sungai Lariang dari titik masuk menuju titik keluar dengan panjang lintasan sekitar enam kilometer.

Sementara SRU 2 melaksanakan penyisiran darat di sisi sungai dari Desa Teba menuju Desa Lelio dengan jarak pencarian sekitar tujuh kilometer.

Operasi pencarian turut melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Polsek Lore Tengah, pemerintah desa, pihak keluarga, serta masyarakat setempat. Sejumlah peralatan seperti rescue car, perahu karet, perlengkapan water rescue, navigasi, komunikasi, medis, hingga peralatan evakuasi juga dikerahkan untuk mendukung proses pencarian.

Hingga berita ini diterbitkan, korban masih dalam pencarian dan operasi SAR terus dilaksanakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *