Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
HeadlineKomunitasLingkunganParigi MoutongSulawesi Tengah

PLN dan SMKN 1 Toribulu Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Sienjo

3
×

PLN dan SMKN 1 Toribulu Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Sienjo

Sebarkan artikel ini
PLN dan SMKN 1 Toribulu menanam 1.000 mangrove di Pantai Desa Sienjo, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (18/6/2026). (Farid Lumpati)

Inframenews.id, Parigi Moutong – Kamis, 18 Juni 2026

Upaya pelestarian lingkungan di wilayah pesisir terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT PLN (Persero) Parigi bersama SMK Negeri 1 Toribulu melaksanakan penanaman lebih dari 1.000 bibit mangrove di kawasan Pantai Desa Sienjo, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan aksi bersih pantai dan melibatkan Forum Komunikasi Pecinta Alam Pantai Timur (FKPAPT) Kabupaten Parigi Moutong, serta mendapat dukungan dari Pemerintah Kecamatan Toribulu dan pemerintah desa setempat.

Manager ULP PLN Parigi, A. Bagus Panuntun, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan yang rutin dilakukan PLN setiap tahun.

“Tahun ini fokus kami adalah rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove. Kegiatan ini juga melibatkan SMK Negeri 1 Toribulu serta komunitas pecinta alam,” ujar Bagus.

Ia menegaskan, PLN tidak hanya berfokus pada pelayanan kelistrikan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah kerja, yang mencakup area cukup luas dari Desa Maleali Kecamatan Sausu hingga Desa Sipayo Kecamatan Tinombo.

Menurutnya, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mulai dari mencegah abrasi, melindungi garis pantai, hingga menjadi habitat biota laut yang mendukung perekonomian masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan semua pihak,” tambahnya.

Kepala SMK Negeri 1 Toribulu, Dra. Sitti Nursiah, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan sekolah dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa dalam menjaga lingkungan.

“Ini merupakan pengalaman nyata bagi siswa kami, khususnya karena kegiatan ini juga diprakarsai OSIS dan melibatkan mereka secara langsung,” ungkapnya.

Ia menambahkan, SMK Negeri 1 Toribulu sebagai sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional terus mendorong pembentukan karakter peduli lingkungan melalui kegiatan nyata di lapangan.

Sementara itu, Sekretaris Camat Toribulu, Koyang Djaman, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara PLN, sekolah, komunitas lingkungan, serta pemerintah kecamatan dan desa.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan kerusakan lingkungan.

“Pemerintah kecamatan akan mendorong koordinasi lanjutan dengan pemerintah kabupaten serta desa untuk memperkuat perlindungan kawasan mangrove, termasuk melalui regulasi di tingkat desa,” ujarnya.

Koyang juga menekankan bahwa keberhasilan pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, hingga warga setempat.

“Mangrove yang ditanam hari ini harus dijaga bersama demi masa depan pesisir Toribulu yang lebih baik,” pungkasnya.

Kegiatan penanaman mangrove ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan di Kabupaten Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *