Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
KesehatanParigi Moutong

Wabup Abdul Sahid: Kolaborasi Kunci Turunkan Stunting

28
×

Wabup Abdul Sahid: Kolaborasi Kunci Turunkan Stunting

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid membuka Pendampingan Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II Tahun 2026 di Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu serta anak di Kabupaten Parigi Moutong.(Diskominfo).

InframeNews, Parigi Moutong
Selasa, 7 Juli 2026

Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Parigi Moutong.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membacakan sambutan Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, sekaligus membuka Pendampingan Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II Tahun 2026 yang diselenggarakan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu di Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, Senin (6/7/2026).

Dalam sambutannya, Abdul Sahid menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu yang terus mendampingi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pemenuhan gizi bagi remaja putri, ibu hamil, bayi, balita, hingga kader Posyandu.

“Program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan dalam memperkuat intervensi percepatan penurunan stunting. Kami berharap seluruh pihak dapat bergerak bersama agar setiap anak di Parigi Moutong memperoleh haknya untuk tumbuh sehat dan berkembang secara optimal,” ujar Abdul Sahid.

Ia menjelaskan, Program INEY merupakan kerja sama Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu dengan Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan sejak tahun 2024 yang didukung pendanaan Pemerintah Indonesia bersama Bank Dunia.

Program tersebut berfokus pada peningkatan kualitas layanan kesehatan dan gizi melalui berbagai intervensi, mulai dari pencegahan anemia pada remaja putri, pelayanan kesehatan ibu hamil, pemenuhan gizi bayi dan balita, pemberian ASI eksklusif, MPASI sesuai standar, imunisasi lengkap, hingga penguatan kapasitas kader Posyandu.

Abdul Sahid menegaskan, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, melainkan ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia karena berdampak pada perkembangan otak, kemampuan belajar, kesehatan, hingga produktivitas di masa depan.

Karena itu, menurutnya, pencegahan stunting harus dilakukan sejak masa remaja, kehamilan, hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Ia mengungkapkan prevalensi stunting di Kabupaten Parigi Moutong dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren yang cukup baik meski masih mengalami fluktuasi.

Data pemerintah daerah mencatat angka stunting sebesar 10,9 persen pada 2021, turun menjadi 9,1 persen pada 2022, naik menjadi 9,8 persen pada 2023, kemudian turun kembali menjadi 8,7 persen pada 2024, dan berada pada angka 9,3 persen pada 2025.

“Fluktuasi ini menjadi pengingat bahwa kerja keras kita belum selesai. Dibutuhkan komitmen yang berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan agar angka stunting terus ditekan secara konsisten,” tegasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi awal rangkaian pendampingan yang diawali dengan analisis situasi dan advokasi lintas sektor, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan langsung kepada kelompok sasaran di Posyandu maupun tingkat keluarga.

Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Siniu dan Puskesmas Ampibabo ditetapkan sebagai wilayah percontohan (pilot project) Program INEY Fase II di Kabupaten Parigi Moutong.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkualitas, serta bebas stunting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *