Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
Parigi Moutong

Bupati Erwin: SIKIM Harus Serap Tenaga Kerja Lokal

32
×

Bupati Erwin: SIKIM Harus Serap Tenaga Kerja Lokal

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase menerima audiensi PT Berkah Maju Global di Ruang Rapat Bupati, Senin (6/7/2026). Pertemuan membahas rencana pemanfaatan kembali SIKIM Kelapa Terpadu di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, dengan fokus pada penyerapan tenaga kerja lokal dan penguatan hilirisasi komoditas kelapa. (Diskominfo)

InframeNews, Parigi Moutong
Selasa, 7 Juli 2026

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menegaskan pengoperasian kembali Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) Kelapa Terpadu harus mampu menyerap tenaga kerja lokal sekaligus menjadi pasar bagi hasil produksi petani kelapa di daerah.

Penegasan tersebut disampaikan saat menerima audiensi perwakilan PT Berkah Maju Global yang membahas rencana kerja sama pemanfaatan sarana dan prasarana SIKIM Kelapa Terpadu di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, bertempat di Ruang Rapat Bupati Parigi Moutong, Senin (6/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Bupati didampingi Kepala Bappelitbangda Irwan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Fit Dewana, Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan Moko Ariyanto, serta Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dadan Priatna Jaya.

Bupati menjelaskan tujuan utama audiensi tersebut adalah merumuskan kesepakatan kerja sama yang adil mengingat SIKIM Kelapa Terpadu telah berhenti beroperasi selama kurang lebih empat tahun.

Menurutnya, kerja sama yang dibangun harus memberikan manfaat bagi semua pihak tanpa merugikan salah satu pihak.

“Prinsip yang kita cari adalah kesepakatan bersama, jangan sampai ada pihak yang dirugikan. Sebaiknya semua pihak mendapatkan keuntungan, itulah yang kita harapkan. Selama aset SIKIM dapat dikelola kembali, kami sangat mendukung,” ujar Erwin Burase.

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi awal, sebagian besar peralatan di kawasan SIKIM telah hilang dan hanya menyisakan sebagian bangunan.

Karena itu, Bupati meminta tim teknis segera melakukan peninjauan lapangan untuk memeriksa kondisi fasilitas secara menyeluruh, mulai dari instalasi listrik, sumber air, sistem drainase, sanitasi, hingga pengelolaan limbah yang perlu diperbaiki atau dibangun kembali.

Terkait mekanisme kerja sama, Bupati meminta besaran bagi hasil disusun secara proporsional, tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, tidak memberatkan investor, namun tetap memberikan kontribusi yang layak bagi pendapatan daerah.

Menurutnya, hal tersebut penting mengingat pihak perusahaan juga akan menanggung biaya pembelian, perbaikan, hingga pembangunan kembali sejumlah fasilitas.

“Jangan terlalu rendah dan jangan terlalu tinggi, berada di tengah-tengah dan sesuai aturan,” tegasnya.

Bupati juga menekankan agar perusahaan memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal melalui koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja serta memanfaatkan komoditas kelapa milik masyarakat sebagai bahan baku industri.

“Kita harapkan SIKIM ini tidak hanya berputar di angka keuntungan, tapi juga menyerap tenaga kerja warga dan menjadi pasar bagi petani kelapa di sekitarnya. Semua persiapan sebaiknya dipercepat, kita ingin segera mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan agar fasilitas ini dapat beroperasi kembali,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Parigi Moutong, Fit Dewana, menjelaskan mekanisme kerja sama akan disusun bersama perangkat daerah terkait maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk penentuan jenis produk yang akan dihasilkan dalam rangka mendukung hilirisasi komoditas kelapa.

Rapat ditutup dengan kesepakatan agar tim teknis segera menyusun rancangan perjanjian berdasarkan hasil peninjauan lapangan sehingga kerja sama dapat segera ditandatangani dan SIKIM Kelapa Terpadu di Desa Avolua kembali beroperasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *