InframeNews, Parigi Moutong
Kamis, 2 Juli 2026
Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Kecamatan Torue, dengan memprioritaskan perbaikan tanggul jebol dan penyelamatan areal persawahan warga yang terdampak.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Sahid saat meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Torue, Rabu (1/7/2026), setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (30/6/2026) malam menyebabkan luapan air merendam sejumlah wilayah.
Dalam peninjauan itu, Wakil Bupati melihat langsung kondisi sawah di Desa Purwosari yang tertimbun material lumpur akibat banjir. Padahal, tanaman padi di lokasi tersebut sudah mulai berbuah dan dalam waktu dekat siap dipanen.
“Kalau untuk warga, alhamdulillah kondisinya aman dan air sudah mulai surut. Namun, hantaman keras justru dirasakan sektor pertanian. Di mana persawahan yang tidak lama lagi mau dipanen, mulai berbuah, justru terkena banjir. Banyak sekali yang rusak,” ujar Abdul Sahid.
Selain Desa Purwosari, Abdul Sahid juga meninjau sejumlah titik terdampak lainnya, di antaranya Dusun 8 Desa Tolai yang mengalami kerusakan drainase, Desa Tolai Barat yang terdampak abrasi, serta Desa Tolai Timur yang membutuhkan pelebaran saluran air untuk mengurangi risiko banjir.
Menurutnya, meski tidak ada korban jiwa dan dampak terhadap permukiman relatif kecil, kerusakan pada sektor pertanian menjadi perhatian utama pemerintah daerah karena berpotensi merugikan para petani.
Untuk mempercepat penanganan, Pemkab Parigi Moutong bersama BPBD dan pemerintah desa telah menyepakati langkah darurat dengan memperbaiki tanggul yang jebol menggunakan bronjong.
“Kami dengan Pak Kalak BPBD tadi bersama-sama kepala desa sudah sepakat, insya Allah besok, di mana tanggul yang jebol itu akan diantisipasi secepatnya dengan bronjong. Ini penting supaya dampak banjir tidak meluas lebih jauh lagi ke depannya,” tegasnya.
Abdul Sahid juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan saluran air dan memperkuat semangat gotong royong agar risiko banjir dapat diminimalkan.
“Harapan kami terhadap masyarakat adalah mari kita bekerja sama dengan baik. Saluran-saluran air harus kita bersihkan bersama. Ketika aliran air berjalan bagus dan tidak ada sampah yang menyumbat, insya Allah luapan banjir seperti ini bisa kita hindari,” pungkasnya.
Turut mendampingi Wakil Bupati dalam peninjauan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong Yolanda Mambu, jajaran OPD teknis, Camat Torue, Bagian Umum, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), serta para kepala desa setempat.













