Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
Parigi Moutong

Evaluasi Bappelitbangda, Capaian 100 Hari Kerja Erwin–Sahid Tembus 80 Persen

30
×

Evaluasi Bappelitbangda, Capaian 100 Hari Kerja Erwin–Sahid Tembus 80 Persen

Sebarkan artikel ini
Rapat evaluasi pelaksanaan program 100 hari kerja Bupati Erwin Burase dan Wakil Bupati Abdul Sahid diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong untuk memantau progres pelaksanaan program prioritas. (Zenta Inovasi)

Inframe News.id, Parigi Moutong
Rabu, 27 Agustus 2025

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong menyatakan pelaksanaan program 100 hari kerja Bupati H. Erwin Burase dan Wakil Bupati H. Abdul Sahid telah menunjukkan progres yang signifikan.

Berdasarkan hasil evaluasi, lebih dari 80 persen program prioritas telah terealisasi, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, mengatakan sejumlah program yang belum terlaksana bukan berarti dibatalkan, melainkan telah dijadwalkan untuk segera direalisasikan dalam waktu dekat.

“Secara persentase, capaian program sudah lebih dari 80 persen. Kami optimistis seluruh program yang tersisa dapat dituntaskan sesuai target. Program 100 hari kerja ini menjadi pijakan awal menuju pembangunan jangka menengah dan panjang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu agenda yang telah dijadwalkan adalah pendistribusian gas elpiji 3 kilogram.

Selain itu, program kunjungan rutin pemerintah ke pasar yang sebelumnya dilaksanakan di wilayah Kota Parigi juga akan diperluas hingga menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong.

Di sektor pendidikan, Irwan memastikan program pembagian seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru tingkat SD dan SMP tetap berjalan.

Meski sebagian penerima masih menunggu proses verifikasi data, pemerintah daerah menjamin seluruh siswa yang memenuhi syarat akan memperoleh bantuan tersebut.

Sementara di bidang kesehatan, pemerintah telah menghadirkan berbagai layanan yang memudahkan masyarakat, di antaranya pelayanan kesehatan gratis menggunakan KTP di Puskesmas maupun RSUD, layanan rujukan pasien tanpa biaya dari Puskesmas ke rumah sakit, layanan pemulangan jenazah secara gratis dalam wilayah Kabupaten Parigi Moutong, hingga kunjungan tenaga kesehatan ke rumah warga yang membutuhkan penanganan khusus.

Kemudahan pelayanan administrasi kependudukan juga terus diperluas. Saat ini masyarakat sudah dapat mencetak KTP di Kecamatan Parigi dan Tinombo.

Ke depan, layanan serupa akan dikembangkan ke Kecamatan Tomini, Moutong, Kota Raya, dan Kasimbar agar masyarakat tidak perlu datang ke ibu kota kabupaten.

Pemerintah daerah juga menyiapkan pelaksanaan Job Fair pada pekan pertama September dengan menyediakan lebih dari 100 lowongan pekerjaan. Melalui kegiatan tersebut, pencari kerja dapat mengikuti proses rekrutmen secara langsung maupun melakukan pendaftaran secara daring.

Selain itu, sistem kepegawaian berbasis elektronik tengah dipersiapkan untuk mempermudah pengurusan administrasi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk kenaikan pangkat tanpa harus datang langsung ke pusat pemerintahan kabupaten.

Penataan kota, kebersihan lingkungan, pengelolaan persampahan, hingga pemangkasan pohon juga menjadi bagian dari program prioritas pemerintah daerah.

Dalam bidang penegakan aturan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong akan memperkuat pengawasan terhadap praktik illegal logging, illegal mining, dan illegal fishing melalui penerbitan surat edaran sebagai bentuk penegasan larangan aktivitas tersebut.

Irwan menambahkan, proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) juga terus berjalan.

Surat keputusan PPPK tahap pertama telah diserahkan pada 17 Agustus 2025 dengan pembayaran gaji berlaku sejak Juli, sedangkan tahap kedua masih dalam proses pemberkasan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran A. Tiangso, menegaskan bahwa evaluasi program 100 hari kerja menjadi tolok ukur kinerja seluruh perangkat daerah.

Menurutnya, Bupati dan Wakil Bupati telah menginstruksikan agar seluruh program diselesaikan tepat waktu. Apabila terdapat program yang belum terlaksana tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka evaluasi akan dilakukan terhadap perangkat daerah yang bertanggung jawab.

“Hingga evaluasi terakhir pada 25 Agustus, hanya tersisa sebagian kecil program yang belum selesai. Kami optimistis seluruhnya dapat dituntaskan sebelum masa 100 hari kerja berakhir,” kata Zulfinasran.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *