Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
ParlemenPolitikSosial BudayaSulawesi Tengah

Ketua DPRD Sulteng Sebut Adat Jadi Pilar Pembangunan

32
×

Ketua DPRD Sulteng Sebut Adat Jadi Pilar Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Sulteng H. Mohammad Arus Abdul Karim menyampaikan sambutan pada pelantikan Pengurus BMA Sulteng periode 2026–2031 di Palu, Kamis (6/8/2026).(Humas DPRD Sulteng)

Inframenews, Palu
Jumat, 7 Agustus 2026

Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, H. Mohammad Arus Abdul Karim, menyebut adat sebagai pilar penting dalam menjaga persatuan dan pembangunan daerah.

Pernyataan itu disampaikan Arus saat memberikan sambutan pada Pelantikan Pengurus Badan Musyawarah Adat (BMA) Sulawesi Tengah Masa Bhakti 2026–2031, Kamis (6/8/2026).

Pelantikan tersebut berlangsung di Gedung Bidarawasia, Jalur II Palu, dan dihadiri Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, Forkopimda, pejabat kementerian, tokoh adat, serta sejumlah kepala daerah.

Arus mengatakan adat bukan sekadar warisan leluhur, tetapi merupakan fondasi moral yang harus tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, nilai-nilai adat memiliki peran strategis dalam memperkuat persaudaraan, menjaga keharmonisan, serta menjadi perekat keberagaman masyarakat Sulawesi Tengah.

“Adat adalah identitas dan kekuatan besar yang dimiliki Sulawesi Tengah. Ketika adat dijaga dan dihormati, maka persatuan akan semakin kokoh,” ujar Arus.

Ia menilai kehidupan masyarakat akan semakin harmonis apabila nilai adat terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Arus juga berharap pengurus BMA Sulawesi Tengah yang baru dilantik mampu menjadi motor penggerak pelestarian budaya di seluruh wilayah Sulteng.

Menurutnya, BMA juga diharapkan memperkuat sinergi dengan pemerintah serta menjadi mitra strategis dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal.

Arus menegaskan tantangan zaman menuntut lembaga adat untuk beradaptasi tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

Karena itu, kolaborasi pemerintah, DPRD, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat dinilai penting untuk mewujudkan Sulawesi Tengah yang maju, rukun, dan berbudaya.

Ia juga menegaskan komitmennya mendukung berbagai program pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Menurut Arus, kemajuan daerah tidak hanya diukur melalui pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga nilai-nilai luhur budaya.

Pelantikan BMA Sulteng berlangsung khidmat dan semarak dengan suguhan tarian selamat datang bagi para tamu undangan.

Acara tersebut turut dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, raja dari sejumlah daerah tetangga, pimpinan organisasi, serta tamu dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

Momentum pelantikan menjadi penanda dimulainya pengabdian pengurus BMA Sulteng periode 2026–2031 dalam memperkuat adat sebagai perekat persatuan dan pembangunan daerah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *