Inframenews, Parigi Moutong
Rabu, 5 Agustus 2026
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat menormalisasi aliran sungai di Desa Air Panas setelah banjir menyebabkan material tanah menyumbat aliran air.
Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid bersama Satuan Tugas (Satgas) meninjau langsung pelaksanaan normalisasi tersebut, Selasa (4/8/2026).
Normalisasi merupakan tindak lanjut peninjauan Wakil Bupati bersama tim pada hari sebelumnya untuk melihat kondisi aliran sungai pascabanjir.
Hasil pemantauan menunjukkan aliran sungai tersumbat timbunan material tanah yang terbawa banjir sehingga menghambat aliran air.
Kondisi tersebut menyebabkan air meluap melewati permukaan aspal jembatan hingga masuk ke permukiman warga.
Penanganan dilakukan pada tiga titik, yakni perbatasan Olaya, pertemuan aliran sungai Desa Air Panas dan Desa Kayuboko, serta kawasan sekitar jembatan.
Sebanyak 19 alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses normalisasi dan mengembalikan fungsi aliran sungai.
Abdul Sahid mengatakan pemerintah daerah langsung mengambil tindakan setelah melihat kondisi aliran sungai yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
“Berdasarkan kondisi yang kami lihat kemarin, aliran sungai dari Kayuboko menuju Air Panas memang tidak ada akses air yang melewati bawah jembatan ini,” ujarnya.
Ia mengatakan normalisasi dilakukan agar fungsi akses jalan dan jembatan dapat kembali berjalan dengan baik bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, seperti yang saya sampaikan, hari ini kita langsung action melakukan normalisasi agar marwah jalan ini bisa berfungsi kembali,” kata Abdul Sahid.
Menurutnya, penanganan sungai tidak cukup dilakukan setelah terjadi banjir, tetapi membutuhkan pemeliharaan dan pengawasan secara berkala.
Pemerintah daerah bersama pemerintah desa akan melakukan normalisasi secara rutin untuk menjaga kelancaran aliran sungai.
“Ke depannya pengawasan akan terus dilakukan oleh pemerintah bersama pemerintah desa melalui normalisasi secara rutin,” pungkas Abdul Sahid.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Parigi Moutong merespons dampak banjir melalui penanganan cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan.(*)













