Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
ParlemenPKSPolitikSulawesi Tengah

Bunda Wiwik Ajak Keluarga Bangun Koneksi Hati

32
×

Bunda Wiwik Ajak Keluarga Bangun Koneksi Hati

Sebarkan artikel ini
Bunda Wiwik mengajak keluarga membangun komunikasi dan kebersamaan tanpa gawai di Palu, 19 Agustus 2026.

Inframenews, Palu
Minggu, 23 Agustus 2026

Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, mengajak keluarga menggunakan gawai secara bijak untuk menjaga komunikasi dan kedekatan antaranggota keluarga.

Bunda Wiwik yang juga Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Sulteng serta Sekretaris Komisi IV DPRD Sulteng mengatakan teknologi seharusnya mendekatkan manusia.

“Teknologi seharusnya menjadi alat untuk mendekatkan, bukan alasan untuk menjauh,” ujar Bunda Wiwik.

Menurutnya, gawai memberikan kemudahan untuk berkomunikasi dengan orang yang berada jauh dari keluarga.

Namun, penggunaan gawai tanpa kendali berpotensi mengurangi kualitas interaksi dengan orang-orang terdekat di lingkungan keluarga.

“Gawai membuat kita mudah terhubung dengan mereka yang jauh. Namun tanpa disadari, gawai juga bisa membuat kita kehilangan hal yang paling dekat,” katanya.

Ia menyebut percakapan bersama keluarga, tatapan penuh perhatian, dan waktu kebersamaan merupakan bagian penting dalam membangun hubungan emosional.

Karena itu, Bunda Wiwik mengajak keluarga menciptakan waktu tanpa gawai di lingkungan rumah.

“Mari mulai dari rumah. Ciptakan waktu tanpa gawai. Saat makan bersama, berbincang, mendampingi anak, atau sekadar duduk bersama,” tuturnya.

Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut dapat memperkuat komunikasi sekaligus membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

Ia juga mengingatkan orang tua agar menjadi teladan bagi anak dalam menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.

“Karena keluarga tidak hanya membutuhkan koneksi internet, tetapi juga koneksi hati,” tegasnya.

Bunda Wiwik berharap kebiasaan bijak menggunakan gawai dapat berkembang menjadi budaya positif untuk memperkuat ketahanan keluarga.

“Waktunya bersama, bukan bersama gawai,” pungkasnya.

Ia menilai keluarga yang memiliki komunikasi dan kebersamaan kuat akan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat dan bangsa.

“Kuatkan Keluarga, Kuatkan Bangsa,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *