Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
Dunia IslamKomunitasKota PaluRagam

Salimah Palu Dorong Muslimah Dekat dengan Al-Qur’an

33
×

Salimah Palu Dorong Muslimah Dekat dengan Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini
Kajian Karisma Salimah Kota Palu bertema “Solusi Bersama Al-Qur’an” berlangsung di Masjid An-Naafi, Palu, 20 Agustus 2026.

Inframenews, Palu
Jumat, 21 Agustus 2026

Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Palu mendorong muslimah menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk dan solusi dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Pesan tersebut disampaikan dalam Kajian Kamis Sore Bersama (Karisma) bertema “Solusi Bersama Al-Qur’an” di Masjid An-Naafi, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00 hingga 17.30 Wita tersebut menghadirkan Suriyati, S.ThI, M.Psi sebagai narasumber.

Ketua Salimah Kota Palu, Erny Susilowaty atau Ummi Erni, mengatakan Karisma menjadi ruang pembinaan keislaman bagi muslimah.

Menurutnya, kajian tersebut diharapkan memperkuat keimanan sekaligus memberikan bekal dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Dalam kajiannya, Suriyati menjelaskan Al-Qur’an merupakan sumber petunjuk, ketenangan, dan kebahagiaan bagi umat manusia.

Ia menekankan kedekatan dengan Al-Qur’an tidak cukup hanya melalui aktivitas membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan kandungannya.

“Al-Qur’an adalah keharusan dalam kehidupan seorang Muslim. Dengan membaca dan berinteraksi dengan Al-Qur’an, hati menjadi lebih tenang,” ujar Suriyati.

Menurutnya, terdapat tiga kunci kebahagiaan hidup, yakni dekat dengan Allah SWT melalui Al-Qur’an, dekat dengan Rasulullah SAW, serta memahami kehidupan akhirat.

Ia juga mengajak umat Islam memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui keteladanan dan memperbanyak selawat.

Suriyati menjelaskan kehidupan dunia hendaknya dipandang sebagai tempat mengumpulkan bekal melalui amal saleh untuk kehidupan akhirat.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Hati

Suriyati juga mengajak peserta mengenali kondisi hati melalui respons terhadap ibadah dan perbuatan maksiat.

Menurutnya, hati yang sehat membuat seseorang merasa ringan menjalankan amal saleh dan gelisah ketika melakukan kesalahan.

Sebaliknya, hati yang perlu diperbaiki dapat ditandai dengan munculnya rasa berat ketika menjalankan ibadah maupun bersedekah.

“Ketika hati mulai merasa berat untuk beribadah, jangan dibiarkan. Perbanyak zikir-zikir ringan yang mudah diamalkan,” pesannya.

Ia menilai menjaga kesehatan hati menjadi bagian penting dalam perjalanan spiritual seorang Muslim.

Tiga Tahapan Berinteraksi dengan Al-Qur’an

Suriyati menyebut terdapat tiga tahapan penting untuk membangun kedekatan dengan Al-Qur’an, yaitu tilawah, tahfiz, dan tadabbur.

Tilawah dilakukan dengan membiasakan membaca Al-Qur’an secara rutin sehingga menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

Tahfiz dilakukan dengan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an maupun doa sebagai bekal yang dapat terus diamalkan dalam berbagai kondisi.

Sementara tadabbur dilakukan dengan memahami dan merenungkan makna ayat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan berhenti pada membaca. Al-Qur’an perlu dipahami dan direnungkan agar nilai-nilainya hadir dalam kehidupan kita,” tuturnya.

Melalui Karisma, Salimah Kota Palu berharap semakin banyak muslimah menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun keluarga dan menjalani kehidupan sosial.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi peserta untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT, Rasulullah SAW, serta Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *