Inframenews, Palu
Jumat, 21 Agustus 2026
Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Provinsi Sulteng mendorong percepatan perluasan Bandara Internasional Mutiara Sis Al-Jufri Palu.
Dorongan tersebut disampaikan dalam konsultasi bersama Badan Anggaran DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Rombongan DPRD Sulteng dipimpin Wakil Ketua I DPRD Sulteng Arnila H. Moh. Ali dan Wakil Ketua II Syarifuddin Hafid, SH.
Rombongan turut didampingi Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama jajaran organisasi perangkat daerah terkait.
Pertemuan tersebut diterima Wakil Ketua Banggar DPR RI H. Muhidin M. Said, SE., MBA, bersama Anggota Komisi V DPR RI Drs. Hamka Baco Kady, MS.
Perluasan Bandara Mutiara Sis Al-Jufri dinilai strategis karena berkaitan langsung dengan penguatan konektivitas dan infrastruktur transportasi Sulawesi Tengah.
Pengembangan bandara diharapkan meningkatkan kapasitas pelayanan penerbangan, memperkuat mobilitas masyarakat, serta mendukung kebutuhan logistik dan aktivitas ekonomi daerah.
Kehadiran Hamka Baco Kady sebagai Anggota Komisi V DPR RI menjadi ruang strategis untuk mengawal dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan bandara.
Banggar DPRD dan Pemprov Sulteng mendorong agar rencana perluasan tersebut memperoleh dukungan anggaran melalui APBN dan kementerian teknis terkait.
Selain perluasan bandara, konsultasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengawal sejumlah Proyek Strategis Nasional dan pembangunan infrastruktur penunjang logistik di Sulawesi Tengah.
Dukungan pemerintah pusat dinilai penting agar pembangunan infrastruktur transportasi dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Penguatan konektivitas melalui pengembangan bandara juga diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat dan memperlancar distribusi barang serta jasa.
Sinergi DPRD Sulteng, Pemprov Sulteng, dan DPR RI diharapkan dapat mengakselerasi realisasi perluasan Bandara Mutiara Sis Al-Jufri.
Pengembangan tersebut sekaligus diharapkan memperkuat posisi Palu sebagai salah satu simpul konektivitas dan logistik di kawasan Indonesia Timur.(*)













