Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
PKSPolitikSulawesi Tengah

PKS Optimistis Rebut Kembali Kursi DPR RI Sulteng

19
×

PKS Optimistis Rebut Kembali Kursi DPR RI Sulteng

Sebarkan artikel ini
PKS Sulawesi Tengah optimistis merebut kembali kursi DPR RI pada Pemilu 2029 dengan mengandalkan pemetaan suara hingga tingkat desa dan TPS.

Inframenews, Palu
Minggu, 23 Agustus 2026

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah mulai mempersiapkan strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan target merebut kembali kursi DPR RI dari daerah pemilihan Sulteng.

Sekretaris Umum DPW PKS Sulawesi Tengah, Dr. Muh Rizal, S.Pd., M.Pd., mengatakan peluang tersebut masih terbuka berdasarkan pemetaan internal partai.

“Kami optimistis untuk bisa merebut kembali DPR RI, khususnya di Sulawesi Tengah. Suara yang tidak terkonversi menjadi kursi masih sangat tinggi, sekitar 460 ribu suara,” ujar Rizal.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Ngopi 17-an Bersama Jurnalis bertema “Menakar Peluang Menuju Senayan 2029” di halaman Kantor DPW PKS Sulteng, Senin (17/8/2026).

Menurut Rizal, posisi PKS dengan partai yang memperoleh kursi terakhir pada Pemilu sebelumnya juga tidak terpaut jauh.

Ia menyebut selisih perolehan suara dengan posisi kursi terakhir diperkirakan hanya sekitar 9 ribu suara.

“Kami masih punya peluang untuk merebut suara yang tidak terkonversi menjadi kursi ini. Selisih kami dengan kursi terakhir sekitar 9 ribuan,” katanya.

Rizal menilai pengalaman PKS dalam memperoleh dan kehilangan kursi DPR RI menjadi modal menghadapi kontestasi mendatang.

“Kita pernah mendapatkan kursi DPR RI secara siklus. Kita dapat, tidak dapat, dapat. Artinya kita punya pengalaman untuk bisa mendapat kembali,” ujarnya.

Untuk memperkuat peluang tersebut, PKS melakukan pemetaan politik hingga tingkat desa dan tempat pemungutan suara atau TPS.

Rizal mengatakan partainya telah memiliki data mengenai wilayah yang menjadi basis kekuatan maupun daerah yang masih membutuhkan tambahan dukungan.

“Kami sudah mempunyai datanya, di desa mana saja kami kurang, di desa mana saja kami plus. Data kami sampai tingkat desa dan TPS,” katanya.

Berdasarkan pemetaan tersebut, PKS akan menyusun strategi untuk menutup kekurangan suara secara lebih terukur hingga tingkat TPS.

PKS juga memasang target maksimal satu kursi DPR RI pada setiap daerah pemilihan berdasarkan analisis internal terhadap perkembangan jumlah penduduk dan kemungkinan perubahan dapil.

Secara nasional, PKS menargetkan sedikitnya 50 kursi DPR RI dari proyeksi 62 daerah pemilihan pada Pemilu 2029.

“Target realistisnya, berdasarkan hitungan kami, paling tidak 50 kursi dari 62 dapil tersebut,” jelas Rizal.

Selain mengandalkan pemetaan suara, PKS mulai membuka ruang bagi tokoh daerah untuk bergabung menghadapi Pemilu 2029.

Rizal mengungkapkan telah ada kepala daerah dan mantan calon bupati di salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah yang menyampaikan ketertarikan bergabung dengan PKS.

Namun, ia belum bersedia mengungkap identitas tokoh-tokoh tersebut.

Di sisi lain, PKS juga membuka keanggotaan melalui program Join PKS yang memungkinkan masyarakat mendaftar secara digital menggunakan barcode yang disiapkan DPP PKS.

Rizal mengatakan partainya turut memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda untuk terlibat dalam politik melalui proses regenerasi dan pencalegan dini.

“PKS memberikan ruang kepada anak-anak muda. Persentasenya masih sementara dibahas. Yang jelas, 30 persen PKS selalu memberikan ruang untuk perempuan, ditambah jatah khusus anak muda,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *