Inframenews.id, Parigi Moutong – Kepolisian Resor Parigi Moutong masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tanah longsor yang menewaskan dua penambang emas di kawasan Nasalane, Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong.
Langkah penyelidikan ini dilakukan menyusul munculnya informasi di tengah masyarakat mengenai dugaan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI), termasuk isu penggunaan alat berat sebelum longsor terjadi.
Kasat Reskrim Polres Parigi Moutong, Iptu Anugerah Sejahtera Tarigan, mengungkapkan bahwa hingga kini Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) masih berada di lokasi kejadian untuk mengumpulkan data dan keterangan lapangan.
“Pasca kejadian longsor di Moutong, personel Unit Tipiter masih melakukan penyelidikan langsung di lokasi,” kata Iptu Anugerah saat konferensi pers di Mako Polres Parigi Moutong, Jalan Trans Sulawesi, Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Rabu (31/12/2025) sore.
Ia menjelaskan, kepolisian belum dapat menarik kesimpulan terkait dugaan tindak pidana pertambangan ilegal sebelum seluruh proses penyelidikan selesai dilakukan. Menurutnya, setiap informasi yang beredar di masyarakat harus diverifikasi melalui tahapan penyelidikan yang sah.
“Masih kami kumpulkan fakta-fakta lapangan dan keterangan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum,” jelasnya.
Iptu Anugerah menegaskan, hasil penyelidikan nantinya akan disampaikan secara terbuka kepada publik setelah seluruh rangkaian pemeriksaan rampung dan didukung bukti yang cukup.
“Nanti hasilnya akan kami sampaikan secara jelas kepada rekan-rekan media, karena saat ini proses masih berjalan,” tambahnya.
Sebelumnya, Kapolres Parigi Moutong AKBP Hendrawan A.N. menyampaikan bahwa lokasi longsor tersebut merupakan area bekas PETI yang sebelumnya telah dilakukan penertiban oleh aparat. Ia menyebutkan, aktivitas yang berlangsung belakangan hanya berupa penambangan manual menggunakan dulang.
Peristiwa longsor sendiri terjadi pada Minggu (28/12/2025) pagi. Akibat kejadian tersebut, dua penambang emas dilaporkan meninggal dunia, sementara dua orang lainnya selamat dan masih menjalani perawatan medis.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian sekaligus pendalaman lanjutan guna mencegah aktivitas berisiko yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat. (*)
Laporan : Multazam | Editor : Ahmad Tamsil












