Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
PKSPolitikSulawesi Tengah

PKS Sulteng Dorong Konsolidasi Bipeka Berbasis Data

24
×

PKS Sulteng Dorong Konsolidasi Bipeka Berbasis Data

Sebarkan artikel ini
Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah Muhammad Wahyuddin.

Inframenews, Palu
Minggu, 30 Agustus 2026

Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah, Muhammad Wahyuddin, menegaskan partai yang ingin berkembang membutuhkan konsolidasi terstruktur dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) PKS Sulteng di aula kantor DPW PKS Sulteng, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Wahyuddin, konsolidasi tidak sekadar dilakukan melalui rapat, tetapi harus mampu menyatukan pemahaman dan memperkuat koordinasi antarpengurus.

“Konsolidasi bukan hanya rapat. Konsolidasi adalah menyatukan pemahaman, memperkuat koordinasi, berbagi pengalaman dan memastikan setiap wilayah memiliki gerakan yang nyata,” ujar Wahyuddin.

Ia menilai pertemuan Bipeka se-Sulawesi Tengah menjadi momentum untuk menguatkan barisan dan menyatukan arah gerakan perempuan serta keluarga.

Menurutnya, penguatan Bipeka perlu dilakukan hingga tingkat DPD dan struktur di bawahnya agar program tidak hanya berjalan di tingkat DPW.

“Karena itu, konsolidasi Bipeka se-Sulawesi Tengah menjadi sangat penting. Kita tidak ingin Bipeka hanya kuat di tingkat DPW, tetapi juga kuat sampai ke DPD dan struktur di bawahnya,” katanya.

Ketua Bipeka DPW PKS Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, mengatakan konsolidasi diperlukan untuk membangun kesamaan visi, semangat dan arah gerakan.

Menurut Bunda Wiwik, Sulawesi Tengah memiliki wilayah yang luas dengan karakter masyarakat yang beragam.

Kondisi tersebut membuat persoalan perempuan dan keluarga di setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda.

“Karena itu, kita ingin Bipeka di setiap DPD mampu memetakan persoalan perempuan di wilayahnya, kemudian persoalan keluarga, kondisi ekonomi keluarga, dan kebutuhan penguatan peran ayah,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemetaan potensi kader dan relawan serta evaluasi terhadap program yang telah berjalan.

Program yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat diharapkan dapat diperkuat dan dikembangkan di masing-masing wilayah.

Bunda Wiwik menegaskan kerja-kerja Bipeka perlu didasarkan pada data dan kondisi nyata masyarakat.

“Kita tidak bekerja berdasarkan asumsi. Kita bekerja berdasarkan data, kebutuhan dan kondisi nyata masyarakat,” tandasnya.

Konsolidasi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi Bipeka di seluruh Sulawesi Tengah sekaligus memastikan program perempuan dan keluarga lebih tepat sasaran.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *