Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
PKSPolitikSulawesi Tengah

Bunda Wiwik Dorong BiPEKA Daerah Perkuat Konsolidasi

28
×

Bunda Wiwik Dorong BiPEKA Daerah Perkuat Konsolidasi

Sebarkan artikel ini
Ketua BiPEKA DPW PKS Sulteng Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah bersama jajaran BiPEKA DPP dan DPD mengikuti silaturahim dan konsolidasi di Aula DPTW PKS Sulteng, Sabtu (29/8/2026), untuk memperkuat gerakan perempuan dan keluarga di Sulawesi Tengah.

Inframenews, Palu
Minggu, 30 Agustus 2026

Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BiPEKA) DPW PKS Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, mendorong BiPEKA DPD memperkuat konsolidasi dan evaluasi program.

Dorongan tersebut disampaikan Wiwik dalam kegiatan Silaturahim BiPEKA DPP PKS bersama BiPEKA DPW PKS Sulawesi Tengah di Aula DPTW PKS Sulteng, Sabtu (29/8/2026).

Wiwik yang juga Ketua Fraksi PKS sekaligus Sekretaris Komisi IV DPRD Sulteng menilai konsolidasi penting agar gerakan perempuan dan keluarga berjalan terstruktur di masyarakat.

Menurutnya, konsolidasi tidak sebatas rapat, tetapi menjadi sarana menyatukan visi, memperkuat koordinasi, berbagi pengalaman, dan memastikan program sesuai kebutuhan masyarakat.

“Sulawesi Tengah memiliki wilayah yang luas, karakter masyarakat yang beragam dan tantangan keluarga yang juga berbeda-beda. Karena itu, kita membutuhkan konsolidasi yang terstruktur dan berkelanjutan,” kata Wiwik.

Ia meminta BiPEKA di setiap DPD melakukan pemetaan terhadap berbagai persoalan perempuan dan keluarga di wilayah masing-masing.

Pemetaan tersebut mencakup persoalan keluarga, kondisi ekonomi, kebutuhan penguatan peran ayah, potensi kader dan relawan, serta program yang telah berjalan.

Wiwik mengatakan pemetaan diperlukan agar gerakan BiPEKA tidak berjalan berdasarkan asumsi, tetapi mengacu pada data, kebutuhan dan kondisi nyata masyarakat.

“Dengan pemetaan, kita bisa mengetahui persoalan yang ada dan menentukan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Selain konsolidasi, Wiwik menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan program BiPEKA di seluruh Sulawesi Tengah.

Menurutnya, monev diperlukan untuk mengetahui capaian program, kendala yang dihadapi serta langkah perbaikan yang perlu dilakukan.

“Monev adalah sarana untuk melihat apa yang sudah kita lakukan, apa yang sudah berhasil, apa yang belum berjalan, apa kendalanya, dan apa yang harus kita perbaiki bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan monev bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan memastikan setiap program dapat dikembangkan secara lebih efektif.

Wiwik berharap penguatan konsolidasi dan monev dapat membuat gerakan BiPEKA semakin terarah serta memberikan manfaat nyata bagi perempuan dan keluarga di Sulawesi Tengah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *