Inframenews, Palu
Senin, 31 Agustus 2026
Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyoroti berbagai tantangan keluarga Indonesia, termasuk kekhawatiran terhadap fenomena LGBT di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam silaturahim Bipeka DPW PKS Sulawesi Tengah bersama utusan Bipeka DPD PKS se-Sulawesi Tengah di Aula DPTW PKS Sulteng, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua Bipeka DPP PKS Ir. Hj. Tuti Elfita, M.Si. dan Sekretaris Bipeka DPP PKS Dr. (c) Iis Istiqamah, M.Si.
Dalam pertemuan itu, Bipeka DPP PKS memaparkan perkembangan kondisi keluarga serta berbagai tantangan sosial yang dinilai perlu mendapat perhatian bersama.
Keluarga dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, ketahanan moral, serta masa depan generasi muda.
Bipeka DPP PKS juga menyampaikan kekhawatiran terhadap paparan konten dan lingkungan sosial yang dinilai dapat memengaruhi perkembangan anak dan remaja, termasuk terkait fenomena LGBT.
Menurut Tuti Elfita, persoalan tersebut perlu dihadapi melalui penguatan peran keluarga, pendidikan yang tepat, pendampingan orang tua, serta lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang anak.
Ia menekankan bahwa pendekatan yang dikedepankan tidak semata-mata berupa penolakan terhadap suatu fenomena, tetapi memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi informasi.
“Ketahanan keluarga menjadi fondasi penting dalam menjaga tumbuh kembang anak dan membangun generasi yang memiliki karakter kuat,” kata Iis Istiqamah.
Menurut Bipeka DPP PKS, keluarga yang memiliki ketahanan kuat akan lebih mampu memberikan pendampingan kepada anak ketika menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan maupun perkembangan teknologi.
Karena itu, penguatan kapasitas orang tua dinilai penting agar keluarga dapat menjalankan fungsi pengasuhan dan pendidikan secara optimal.
Silaturahim tersebut sekaligus menjadi ruang konsolidasi antara Bipeka DPP, DPW, dan DPD PKS di Sulawesi Tengah.
Konsolidasi diarahkan untuk memperkuat perhatian terhadap berbagai persoalan perempuan dan keluarga hingga tingkat daerah.
Bipeka PKS menilai persoalan keluarga membutuhkan kerja bersama melalui kebijakan, edukasi, peningkatan kapasitas orang tua, serta pendampingan masyarakat.
Isu keluarga juga didorong menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia, mengingat keluarga merupakan lingkungan pertama dalam pembentukan karakter anak.
Pertemuan Bipeka di Sulawesi Tengah tersebut diharapkan dapat memperkuat program dan menghasilkan langkah nyata yang lebih dekat dengan kebutuhan keluarga di masyarakat.(*)













