Inframenews.id, Parigi Moutong – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyiapkan kebijakan peningkatan kesejahteraan aparatur yang bertugas di wilayah terpencil. Program ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026.
Kebijakan tersebut menyasar kepala sekolah dan tenaga kesehatan. Langkah ini diambil untuk mendorong pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan di daerah yang selama ini sulit dijangkau.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, mengatakan penugasan di wilayah terpencil perlu diimbangi dengan dukungan yang memadai.
Selama ini, penempatan di daerah jauh dari pusat layanan masih sering dianggap sebagai beban.
Menurutnya, peningkatan insentif menjadi salah satu solusi.
Pemerintah daerah berharap kebijakan ini dapat mengubah pola pikir aparatur terhadap penugasan di daerah terpencil.
Selain insentif, Pemkab Parigi Moutong juga menyiapkan fasilitas penunjang.
Aparatur akan didukung dengan rumah jabatan serta kendaraan operasional sesuai kebutuhan lapangan.
Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi kepala sekolah, guru, serta tenaga kesehatan.
Dukungan ini dinilai penting untuk menunjang mobilitas dan kenyamanan kerja.
Erwin menyebut kebijakan ini merupakan bagian dari visi dan misi pemerintah daerah.
Program tersebut telah dirancang untuk memperkuat pelayanan publik hingga ke wilayah terluar.
Selama ini, pemerintah daerah kerap menerima keluhan terkait akses transportasi dan tempat tinggal.
Keluhan tersebut datang dari aparatur yang bertugas jauh dari pusat pelayanan.
Ia menegaskan realisasi peningkatan insentif dan fasilitas ditargetkan mulai 2026.
Dengan dukungan yang lebih layak, kualitas layanan pendidikan dan kesehatan diharapkan semakin merata di Parigi Moutong. (*)
Laporan : Muhammad Reza | Editor : Ahmad Tamsil












