Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
Dunia IslamKota Palu

Maulid Mahasiswa Kedokteran Untad Tekankan Keteladanan Rasul

20
×

Maulid Mahasiswa Kedokteran Untad Tekankan Keteladanan Rasul

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Kedokteran dan Keperawatan Untad mengikuti Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Babul Ulum, Palu, Ahad (6/9/2026), dengan pesan keteladanan Rasulullah dan kesadaran di era digital.

Inframenews, Palu
Senin, 7 September 2026

Maulid Nabi Muhammad SAW mahasiswa Kedokteran dan Keperawatan Universitas Tadulako menekankan pentingnya keteladanan Rasulullah dalam kehidupan dan pendidikan.

Kegiatan tersebut digelar di Masjid Babul Ulum, Palu, Ahad (6/9/2026), dengan menghadirkan Konselor Keluarga Nasional Suriyati, S.Th.I., M.Psi.

Pembina Mata Kuliah Agama Islam Fakultas Kedokteran dan Ilmu Keperawatan Untad, Dr. H. Ikbal Mustamin, M.Si., mengajak mahasiswa meneladani akhlak Rasulullah.

Menurut Ikbal, keteladanan tersebut penting bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri menjadi tenaga kesehatan berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.

Ia menilai mahasiswa kedokteran dan keperawatan kelak akan berhadapan dengan masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk ketika pasien mengalami ketakutan dan kecemasan.

Pesan tersebut dinilai sejalan dengan QS. Al-Ahzab ayat 21 yang menempatkan Rasulullah SAW sebagai suri teladan bagi umat manusia.

Dalam tausiyahnya, Suriyati mengajak mahasiswa merenungkan kecintaan Rasulullah SAW kepada umatnya, termasuk umat yang belum pernah bertemu langsung dengan beliau.

Ia menegaskan kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup diwujudkan melalui peringatan Maulid atau menyebut nama beliau.

Menurut Suriyati, kecintaan tersebut harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui penerapan keteladanan Rasulullah sebagai bagian dari gaya hidup seorang Muslim.

Suriyati juga mengangkat tantangan kehidupan mahasiswa di era digital, khususnya penggunaan telepon pintar dan kebiasaan scrolling tanpa batas.

Ia menjelaskan teknologi memberikan banyak kemudahan, tetapi penggunaan yang tidak terkendali dapat membuat seseorang kehilangan kesadaran terhadap lingkungan dan dirinya sendiri.

Suriyati mengajak mahasiswa membangun kembali kesadaran atau mindfulness dalam menjalani aktivitas, termasuk dengan meluruskan niat setiap kegiatan karena Allah SWT.

Ia mengaitkan pesan tersebut dengan hadis tentang niat bahwa nilai suatu amal berkaitan dengan niat yang menyertainya.

Mahasiswa juga diajak menjadikan Maulid sebagai momentum memperbaiki niat, bukan sekadar mengikuti kegiatan karena kewajiban akademik atau mata kuliah agama.

Selain itu, Suriyati mendorong mahasiswa membangun self-love dengan menyadari bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kebaikan yang dapat dikembangkan.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah kehilangan kepercayaan diri karena penilaian terhadap fisik maupun kekurangan yang dimiliki.

Pada penghujung kegiatan, mahasiswa diajak berinteraksi dengan orang di sekitarnya dengan menemukan lima kebaikan atau hal menarik dari orang yang berada di hadapan mereka.

Kegiatan tersebut menjadi latihan kesadaran sosial sekaligus mendorong mahasiswa membangun apresiasi positif terhadap diri sendiri dan orang lain.

Melalui kegiatan tersebut, Maulid Nabi diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, memperbaiki niat, dan menjaga kesadaran di tengah perkembangan teknologi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *