Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
BeritaDaerahHeadlineParigi Moutong

BPBD Parigi Moutong Perkuat Mitigasi Bencana, Banjir Rob Butuh Solusi Permanen

29
×

BPBD Parigi Moutong Perkuat Mitigasi Bencana, Banjir Rob Butuh Solusi Permanen

Sebarkan artikel ini
Bajir rob yang menggenangi Jl Trans Sulawesi di Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong. (Dok. BPBD Pargi Moutong)

Inframenews.id, Parigi Moutong – BPBD Parigi Moutong meningkatkan langkah mitigasi menghadapi musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga April 2026.

Menurut perkiraan BMKG, intensitas hujan masih berpotensi meningkat pada Desember–Januari.

Kepala BPBD Parigi Moutong, Rivai, mengatakan pihaknya telah bergerak sejak tiga bulan terakhir untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.

“Selama tiga bulan kami fokus pada mitigasi, terutama normalisasi sungai dan saluran air di titik rawan banjir,” ujarnya.

Mitigasi dilakukan melalui normalisasi sungai, pembersihan saluran, dan penggalian parit di 22 titik.

Kegiatan tersebut menggunakan alat berat pinjam dari BPBD Provinsi Sulawesi Tengah dan koperasi setempat.

Selain mitigasi fisik, BPBD juga menyiapkan logistik darurat serta personel siaga di kantor induk dan wilayah utara Parigi Moutong.

“Kami juga memperkuat koordinasi lintas sektor dan peringatan dini melalui komunikasi dengan BMKG,” tambah Rivai.

Di sisi lain, banjir rob di pesisir masih menjadi persoalan rutin. Fenomena ini kerap terjadi pada November–Desember di wilayah Bantaya, Boyantongo, Sausu Peore, Tumpapa, Tuladenggi, Tingkulang, Tomini Barat, Labuan, Moutong, dan Palasa.

Rivai menilai banjir rob membutuhkan penanganan permanen.

“Banjir rob ini rumit karena hampir setiap tahun terjadi. Geobag hanya sementara, yang paling masuk akal saat ini adalah meninggikan tanggul laut,” katanya.

Opsi relokasi warga pesisir disebut menjadi pilihan terakhir karena berhubungan dengan hunian, lahan, dan mata pencaharian nelayan.

“Relokasi tidak mudah karena sebagian besar warga bergantung pada laut untuk bekerja,” ucap Rivai.

BPBD mengimbau warga pesisir tetap waspada selama musim hujan dan mengungsi saat terjadi banjir rob.

“Kami berharap dukungan lintas sektor dapat mendorong penanganan permanen, agar risiko dan dampaknya bisa ditekan,” tutup Rivai. (*)

Laporan : Moh. Reza | Editor : Ahmad Tamsil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *