Inframenews, Parigi Moutong
Senin, 21 September 2026
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama Polres Parimo menyalurkan bantuan pangan kepada 95 kepala keluarga terdampak banjir di Kecamatan Kasimbar.
Penyaluran bantuan berlangsung di dua desa terdampak, yakni Desa Labuan Donggulu sebanyak 73 KK dan Desa Peningka sebanyak 22 KK, Minggu (20/9/2026).
Bantuan yang disalurkan terdiri atas 950 kilogram beras dari Polres Parimo serta 95 liter minyak goreng, 95 rak telur, dan 190 kilogram gula pasir dari Pemkab Parimo.
Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan kepolisian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama aparat akan terus mendampingi masyarakat dalam menghadapi kondisi sulit akibat bencana.
“Bantuan ini adalah bentuk kepedulian serta komitmen kehadiran pemerintah di tengah masyarakat Parimo,” ujar Erwin.
Selain penyaluran bantuan pangan, Pemkab Parigi Moutong mendorong penanganan permanen terhadap persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayah Kasimbar.
Erwin menginstruksikan Dinas PUPRP Parigi Moutong berkoordinasi dengan BPBD untuk mengkaji penyebab utama banjir di wilayah tersebut.
Hasil pemetaan dan kajian tersebut akan menjadi dasar penyusunan usulan penanganan permanen yang selanjutnya disampaikan kepada pemerintah pusat.
Sementara itu, akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terganggu akibat jalan terputus pascabanjir telah kembali normal setelah pemasangan Jembatan Bailey.
Kepala Desa Labuan Donggulu Ulfan A. Masiangi menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkab Parigi Moutong dan Polres Parimo kepada warga terdampak.
Ia mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi 73 KK di desanya yang terdampak banjir.
Ulfan juga berharap upaya penanganan infrastruktur untuk mencegah banjir dapat direalisasikan secara menyeluruh.
Ia meluruskan bahwa bantuan pangan yang disalurkan merupakan paket bantuan bagi penyintas banjir Kasimbar, bukan untuk warga terdampak bencana terjangan ombak.
Pemkab Parigi Moutong bersama TNI/Polri dan pemerintah desa menyatakan akan terus memperkuat penanganan bencana, ketahanan pangan, serta pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.(*)













