Inframenews, Parigi Moutong
Kamis, 1 Oktober 2026
Wakil Bupati Parigi Moutong H. Abdul Sahid menegaskan pentingnya pendidikan karakter dan lingkungan belajar yang ramah anak saat melakukan kunjungan kerja ke Rayon 3.
Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan silaturahmi dan dialog bersama kepala sekolah serta tenaga pendidik dari Kecamatan Kasimbar, Toribulu, Ampibabo dan Siniu.
Kegiatan dipusatkan di SMP Negeri 1 Ampibabo, Rabu (30/9/2026), dan turut dihadiri Asisten III Setda Parigi Moutong Yusnaeni.
Hadir pula Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sunarti serta Plt. Ketua PGRI Kabupaten Parigi Moutong Supardin.
Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sunarti mengapresiasi komitmen Abdul Sahid dalam mendampingi dan membina dunia pendidikan di Parigi Moutong.
Menurutnya, kunjungan langsung tersebut merupakan bagian dari roadshow pendampingan bersama pimpinan satuan pendidikan, pengurus K3S dan MKKS.
Kegiatan sebelumnya telah dilaksanakan di Sub Rayon Sausu dan akan dilanjutkan ke tiga sub rayon berikutnya hingga wilayah utara Kecamatan Moutong.
Dalam arahannya, Abdul Sahid mengatakan kunjungan lapangan menjadi bagian dari tugas pengawasan pemerintah daerah sekaligus memperkuat hubungan dengan para tenaga pendidik.
Abdul Sahid yang memiliki pengalaman sekitar 25 tahun sebagai guru PNS di SMP Negeri 15 Palu menyampaikan kebanggaannya terhadap profesi guru.
“Saya sangat bangga dengan profesi guru. Mau jadi Presiden, Menteri, maupun Anggota DPR, semua berdiri karena bimbingan seorang guru,” ujar Abdul Sahid.
Ia menyebut peran guru sangat penting dalam membentuk kualitas generasi sekaligus perjalanan peradaban masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Abdul Sahid juga mengapresiasi capaian Parigi Moutong yang meraih dua penghargaan dari 10 kategori dalam ajang Bageng Gabelo tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.
Penghargaan tersebut berkaitan dengan penanganan anak putus sekolah atau tidak sekolah serta penciptaan kelompok sekolah yang aman.
Abdul Sahid meminta para guru mengutamakan pendidikan karakter sebelum memulai pembelajaran formal di sekolah.
Ia juga mendorong terciptanya suasana belajar yang nyaman, tenang, aman dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.
Menurutnya, pendekatan pendidikan perlu menghindari stigma guru yang menakutkan agar anak lebih nyaman mengikuti proses pembelajaran.
Abdul Sahid juga menekankan pentingnya penuntasan kemampuan literasi dan pencegahan anak tinggal kelas.
Ia mengingatkan bahwa setiap anak memiliki kemampuan berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang sesuai.
“Tidak ada anak yang bodoh, melainkan memerlukan pendekatan pembelajaran yang tepat,” tegasnya.
Para pendidik diminta lebih sabar dan suportif dalam mendampingi peserta didik menghadapi kesulitan belajar.
Selain itu, Abdul Sahid meminta kepala sekolah dan guru tetap fokus menjalankan tugas pokok dan fungsi pendidikan.
Ia juga mengingatkan tenaga pendidik agar bijak menghadapi berbagai informasi dan polemik yang berkembang di media sosial.
Sebagai alumni SMP Negeri 1 Ampibabo, Abdul Sahid menegaskan Pemkab Parigi Moutong terbuka menerima aspirasi dan konsultasi dari para tenaga pendidik.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi pemerintah daerah dan tenaga pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan di Parigi Moutong.(*)













