Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
Kota PaluParlemenPendidikanPKSPolitikSulawesi Tengah

Kebakaran SMAN 1 Pamona Selatan Jadi Perhatian PKS

20
×

Kebakaran SMAN 1 Pamona Selatan Jadi Perhatian PKS

Sebarkan artikel ini
Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah bersama Sri Atun menggali informasi terkait kebakaran SMAN 1 Pamona Selatan kepada Dinas Pendidikan Sulteng, Selasa (15/9/2026).

Inframenews, Palu
Selasa, 15 September 2026

Kebakaran yang melanda SMAN 1 Pamona Selatan, Kabupaten Poso, mendapat perhatian Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah.

Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah bersama Anggota Fraksi PKS Sri Atun menanyakan kondisi dan penyebab kebakaran tersebut kepada Dinas Pendidikan Sulteng.

Pertanyaan itu disampaikan setelah rapat paripurna DPRD Sulawesi Tengah di Ruang Rapat Utama DPRD Sulteng, Selasa (15/9/2026).

Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah H. Syam Zaini membenarkan adanya satu sekolah di Kabupaten Poso yang mengalami kebakaran.

Syam Zaini menyebut sekolah yang terbakar tersebut adalah SMAN 1 Pamona Selatan.

Menurutnya, kebakaran sekolah berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sekitar lokasi sekolah.

“Benar, ada satu sekolah yang terbakar. SMAN 1 Pamona Selatan Bu,” ujar Syam Zaini saat memberikan penjelasan.

Ia menjelaskan, kebakaran tersebut merupakan dampak dari karhutla yang berada di dekat sekolah.

Informasi tersebut menjadi perhatian Fraksi PKS karena fasilitas pendidikan berperan penting dalam keberlangsungan proses belajar mengajar.

Bunda Wiwik bersama Sri Atun terus menggali informasi terkait kondisi pendidikan di daerah, termasuk fasilitas sekolah yang terdampak kebakaran.

Bunda Wiwik menilai setiap kejadian yang berdampak terhadap fasilitas pendidikan perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah.

Menurutnya, penanganan diperlukan agar aktivitas belajar mengajar siswa tidak terganggu.

Fraksi PKS DPRD Sulteng juga mendorong sekolah yang terdampak mendapatkan penanganan dan perhatian sesuai kebutuhan.

Langkah tersebut dinilai penting agar proses pendidikan di sekolah terdampak dapat kembali berjalan secara optimal.

Pertemuan Bunda Wiwik, Sri Atun, dan Syam Zaini berlangsung setelah rapat paripurna DPRD Sulteng di Ruang Rapat Utama DPRD Sulteng, Selasa (15/9/2026).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *