Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
HeadlineNasional

Hotspot Karhutla Meningkat di Sumatra dan Kalimantan

43
×

Hotspot Karhutla Meningkat di Sumatra dan Kalimantan

Sebarkan artikel ini
Pemantauan titik panas karhutla di Indonesia menunjukkan peningkatan di sejumlah provinsi prioritas, terutama Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, berdasarkan data hingga 7 Oktober 2026. (Foto : Reuters/Abriansyah Liberto)

Inframenews, Jakarta
Jumat, 9 Oktober 2026

Kementerian Kehutanan mencatat peningkatan titik panas atau hotspot di sejumlah provinsi prioritas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Kalimantan dan Sumatra.

Melansir dari CNN Indonesia, data pemantauan hingga Rabu (7/10/2026) pukul 21.00 WIB menunjukkan terdapat 1.176 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia.

Jumlah tersebut turun 25 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 1.201 titik.

Meski secara nasional mengalami penurunan tipis, sebagian besar dari enam provinsi prioritas justru mencatat peningkatan titik panas.

Kalimantan Tengah mencatat 225 titik, naik dari 182 titik pada pemantauan sebelumnya.

Sumatera Selatan juga mengalami peningkatan signifikan, dari 71 menjadi 224 titik panas.

Sementara itu, Kalimantan Barat mencatat 47 titik, meningkat dari 34 titik, sedangkan Kalimantan Selatan naik dari 18 menjadi 31 titik.

Di Jambi, jumlah titik panas turun dari 21 menjadi 16 titik, sedangkan Riau tetap nihil.

Data tersebut berasal dari Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan berdasarkan pemantauan satelit NASA Terra/Aqua, NASA SNPP, dan NASA NOAA-20.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa titik panas merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak selalu berarti kejadian kebakaran.

Satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan beberapa titik panas sehingga setiap indikasi perlu diverifikasi melalui pemeriksaan langsung di lapangan.

Pemerintah terus memperkuat pemantauan, patroli, dan pemeriksaan lapangan, terutama di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Pengendalian karhutla dilakukan secara terpadu bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dan pihak terkait lainnya.

Pemerintah juga menyiagakan 61 armada udara, terdiri atas 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca serta 44 unit untuk operasi pemadaman melalui water bombing.

Selain ancaman kebakaran, kualitas udara di sejumlah wilayah juga menjadi perhatian pemerintah karena masih terdapat daerah dengan kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Beberapa wilayah di Kalimantan bahkan masih menunjukkan kondisi kualitas udara dalam kategori berbahaya.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mengikuti informasi kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi memburuk.

Masyarakat juga disarankan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan, terutama untuk melindungi anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta warga dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis.

Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Warga yang menemukan asap, titik api, aktivitas pembakaran, atau satwa liar yang membutuhkan penanganan diminta segera melapor kepada petugas.

Laporan karhutla dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan di nomor telepon 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *