Inframenews. id, Parigi Moutong – Kabupaten Parigi Moutong masih mengalami kekurangan pasokan jagung pakan ternak. Kebutuhan harian mencapai sekitar 200 ton, sementara produksi lokal baru berada di angka 112 ton, sehingga terjadi defisit sekitar 88 ton per hari.
Data tahun 2025 menunjukkan produksi jagung Parigi Moutong tercatat 40.337,95 ton, sedangkan kebutuhan tahunan belum kurang dari 60 ribu ton.
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Parigi Moutong, Hj. Sunarti, mengatakan terbatasnya produksi salah satunya disebabkan keterbatasan lahan produktif.
Menurut Sunarti, luas lahan jagung saat ini baru sekitar 7 ribu hektare. Untuk menutup kebutuhan daerah, Parigi Moutong masih membutuhkan tambahan sekitar 10 ribu hektare lahan produksi.
Ia menilai potensi pengembangan jagung masih besar, namun belum termanfaatkan optimal. Banyak lahan tidur belum digarap, kelompok tani aktif minim, serta akses pekebun yang masih terbatas.
Dinas TPHP mendorong pemanfaatan lahan tidur melalui kelompok tani, pemuda, hingga komunitas yang memiliki lahan. Pemda menyiapkan bantuan benih, namun hanya diberikan kepada kelompok tani yang terdaftar dalam SIMLUHTAN.
“Kebutuhan ini baru untuk pakan ternak, belum termasuk komoditas lain,” ujar Sunarti di Desa Tolai, Kecamatan Torue, Kamis (8/1/2025).
Saat ini sebagian pasokan jagung Parigi Moutong masih dipenuhi dari luar daerah, termasuk Gorontalo. Pemda berharap pemanfaatan lahan tidur dapat menekan ketergantungan tersebut.(*)
Laporan : Isong | Editor : Ahmad Tamsil












