Inframenews, Jakarta
Selasa, 13 Oktober 2026
Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menyatakan bersikap serius dalam menanggapi ancaman pembunuhan yang dilontarkan Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz terhadap pemimpin mereka, Khalil al-Hayya.
Dilansir dari REPUBLIKA.CO.ID, Anggota Biro Politik Hamas, Basem Naim, menilai ancaman tersebut berkaitan erat dengan persaingan kampanye pemilu di Israel untuk meraup suara pemilih.
Naim menuding kelompok sayap kanan Israel memanfaatkan ancaman terhadap para pemimpin perlawanan Palestina sebagai alat propaganda politik elektoral.
Menanggapi ancaman pembunuhan tersebut, Naim menegaskan bahwa gertakan Israel tidak akan menyurutkan langkah perlawanan Hamas untuk memperjuangkan pembebasan Palestina.
Secara terpisah, laporan media Quds News Network (QNN) mengungkapkan ditemukannya lokasi kuburan massal berisi sekitar 15 jenazah di wilayah Gaza utara.
Lokasi kuburan massal tersebut teridentifikasi berada di markas kelompok bersenjata pimpinan Ashraf al-Mansi, tepatnya di belakang Sekolah Al-Shuqairi, dekat Beit Hanoun.
Penemuan ini terungkap setelah pasukan keamanan melakukan interogasi terhadap seorang saksi kunci yang berhasil melarikan diri dari markas kelompok tersebut.
Saksi tersebut mengaku melihat belasan jenazah pemuda dari keluarga Suku Bedouin pascabentrokan bersenjata yang pecah di kawasan itu pada Agustus lalu.
Meski lokasi kuburan massal telah teridentifikasi, hingga kini belum ada rincian lebih lanjut mengenai proses penggalian maupun identifikasi forensik terhadap para korban.(*)













