Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
KomunitasParlemenPKSPolitikSulawesi Tengah

Anleg Perempuan PKS Sulteng Ikuti Sarasehan Kepemimpinan Nasional di Jakarta

13
×

Anleg Perempuan PKS Sulteng Ikuti Sarasehan Kepemimpinan Nasional di Jakarta

Sebarkan artikel ini
Tiga Anggota Fraksi PKS DPRD Sulteng—Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., M.H., Sri Atun, dan Dra. Hj. Fatimah Amin Lasawedi, M.Si.—mengikuti Sarasehan Aleg Perempuan PKS di Jakarta (19/10/2026). Kegiatan ini disiapkan untuk memperkuat kepemimpinan politisi perempuan di parlemen melalui peningkatan kapasitas, kinerja adaptif, investasi sosial, serta pengawalan isu perlindungan anak dan keluarga secara berkelanjutan. (Humas PKS)

Inframenews, Jakarta
Selasa, 20 Oktober 2026

Tiga Anggota Fraksi PKS DPRD Sulteng Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, Sri Atun, dan Dra Hj Fatimah Amin Lasawedi menghadiri sarasehan Anggota Legislatif Perempuan PKS di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.

Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah menyampaikan bahwa sarasehan digelar bertujuan memperkuat kapasitas, integritas, serta kepemimpinan politisi perempuan di ruang publik secara berkelanjutan.

Kegiatan sarasehan tingkat nasional tersebut merupakan bagian penting dari rangkaian Bimbingan Teknis Nasional PKS Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19 hingga 20 Oktober 2026 di Jakarta.

Bunda Wiwik mengutip penyampaian Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti bahwa penguatan keterwakilan perempuan di parlemen harus dibarengi peningkatan kualitas kepemimpinan dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Narasumber menyoroti tingkat keterwakilan perempuan di DPR RI yang baru mencapai 21,9 persen, sehingga legislator perempuan dituntut membangun kepercayaan publik melalui kinerja dan kompetensi tinggi.

Wiwik menegaskan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan dinamis, di mana legislator perempuan harus mampu mengembangkan kapasitas diri guna menjawab perubahan situasi sosial serta dinamika politik daerah.

Selain itu, keterbatasan modal finansial diimbau tidak menjadi penghalang, melainkan didorong untuk memperkuat investasi sosial berkelanjutan melalui pelayanan tulus dan kedekatan langsung dengan konstituen di lapangan.

Sarasehan ini menegaskan komitmen legislator perempuan PKS untuk mematahkan stigma negatif, memperjuangkan hak pendidikan, kesehatan anak, perlindungan keluarga, serta penguatan karakter masyarakat secara konsisten.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *