Inframenews.id, Parigi Moutong – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperketat larangan pembakaran lahan seiring meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi selama musim kering sejak pertengahan Januari 2026.
Langkah tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4/46/BPBD yang mulai diedarkan pada 28 Januari 2026. Edaran itu ditujukan kepada camat, kepala desa, lurah, pelaku usaha, serta seluruh masyarakat di wilayah Parigi Moutong.
Kebijakan ini diambil setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), bersama prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mencatat adanya peningkatan risiko dan kejadian karhutla dalam sebulan terakhir.
Melalui surat edaran tersebut, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase meminta pemerintah kecamatan dan desa untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan di wilayah masing-masing. Ia juga menegaskan agar pelaku usaha tidak melakukan pembakaran sampah maupun limbah di area terbuka.
Selain itu, masyarakat diimbau tidak membuka kebun atau pekarangan dengan cara membakar. Warga juga diminta menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu api, termasuk membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan perkebunan dan semak kering.
Pemda Parigi Moutong turut mengajak masyarakat berperan aktif dalam pencegahan karhutla dengan segera melaporkan potensi kebakaran kepada aparat setempat.
Dalam edaran tersebut, BPBD juga mencantumkan sejumlah nomor layanan darurat yang dapat dihubungi sewaktu-waktu, yakni Pemadam Kebakaran Parigi di nomor 0822 9116 5911, Pemadam Kebakaran Tolai 0831 3887 1119, Pemadam Kebakaran Moutong 0813 1886 1119, Call Center BPBD 117 (bebas pulsa), serta Pusdalops BPBD Parigi Moutong di 0811 4180 117.
BPBD Catat 14 Kejadian Karhutla
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Parigi Moutong, sepanjang Januari hingga awal Februari 2026 tercatat sedikitnya 14 kejadian kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Kejadian pertama dilaporkan pada Minggu (18/1/2026) di Dusun II Desa Ambason Mekar, Kecamatan Tinombo. Kebakaran lahan di wilayah perbukitan tersebut sempat mendekati permukiman warga.
Pada Senin (19/1/2026), kebakaran kembali terjadi di Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, akibat api pembakaran sampah yang menjalar ke area perkebunan. Peristiwa serupa berulang pada Rabu (21/1/2026) di Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi, serta Kamis (22/1/2026) di area TPU Desa Baliara.
Selanjutnya, kebakaran lahan dilaporkan di Desa Bondoyong, Kecamatan Sidoan, pada Jumat (23/1/2026), disusul kejadian di Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, pada Sabtu (24/1/2026). Pada Minggu (25/1/2026), karhutla kembali terjadi di Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat.
Memasuki akhir Januari, BPBD menerima dua laporan kebakaran pada Rabu (28/1/2026) di Desa Binangga dan Desa Jono Nunu, Kecamatan Parigi Tengah. Sehari kemudian, Kamis (29/1/2026), kebakaran kembali terjadi di Dusun II Desa Binangga.
Puncak kejadian terjadi pada Sabtu (31/1/2026), ketika tiga lokasi berbeda mengalami kebakaran dalam satu hari, yakni Desa Baliara dan Desa Jonokalora di Kecamatan Parigi Barat, serta Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan. Di Desa Dolago Padang, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.
Sementara itu, kejadian terbaru dilaporkan pada Minggu (1/2/2026) di Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi, yang terjadi di area perkebunan warga.
Seluruh kejadian tersebut berhasil ditangani oleh BPBD Parigi Moutong bersama Dinas Pemadam Kebakaran, aparat kepolisian, dan masyarakat setempat, tanpa menimbulkan korban jiwa.
BPBD Parigi Moutong kembali mengimbau masyarakat agar mematuhi larangan pembakaran lahan serta meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca kering masih berpotensi memicu terjadinya kebakaran lanjutan.
Laporan : Mul | Editor : Ahmad Tamsil












