Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
BeritaEkonomiHeadlineParigi Moutong

Produksi 45 Ribu Ton, Pemkab Parigi Moutong Perkuat Hilirisasi dan Pasar Jagung

17
×

Produksi 45 Ribu Ton, Pemkab Parigi Moutong Perkuat Hilirisasi dan Pasar Jagung

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menyampaikan paparan produksi jagung daerah yang mencapai 45.245 ton tahun 2024 serta rencana penguatan hilirisasi dan pemasaran komoditas jagung, saat kegiatan Gerakan Tanam Jagung di Desa Lobu Mandiri, Kamis (12/2/2026). (Humas Polres Parimo).

Inframenews.id, Parigi Moutong – Produksi jagung Kabupaten Parigi Moutong pada 2024 tercatat mencapai 45.245 ton. Kecamatan Bolano menjadi penyumbang terbesar dengan produksi sekitar 20.284 ton atau hampir separuh dari total produksi daerah.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan potensi besar komoditas jagung sebagai sektor unggulan daerah. Hal itu disampaikannya saat Gerakan Tanam Jagung Jaksa Mandiri Pangan di Desa Lobu Mandiri, Kamis (12/2/2026).

Erwin memaparkan, produksi jagung sempat mencapai 58 ribu ton pada 2020 dan meningkat menjadi 60 ribu ton pada 2021. Namun pada 2022 hingga 2023 terjadi penurunan produksi hingga di kisaran 30–40 ribu ton. Pada 2024, produksi kembali meningkat menjadi lebih dari 45 ribu ton.

Menurutnya, pengembangan jagung tidak hanya terpusat di Kecamatan Bolano, tetapi juga berpotensi dikembangkan di wilayah lain, termasuk Parigi Barat dan sekitarnya. Ia menegaskan pentingnya pemanfaatan lahan secara optimal dan menghindari lahan tidur.

Selain peningkatan produksi, Pemkab Parigi Moutong juga mendorong hilirisasi jagung agar memiliki nilai tambah. Produk turunan seperti pakan ternak, tepung jagung, dan olahan pangan dinilai dapat memperkuat ekonomi masyarakat desa.

Untuk mengatasi persoalan pemasaran dan fluktuasi harga, pemerintah daerah tengah menyiapkan skema kolaborasi antara Koperasi Merah Putih dan BUMDes guna memperpendek rantai distribusi. Pemkab juga berencana mengaktifkan kembali Perusahaan Daerah (Perusda) untuk memperkuat sektor pemasaran dan menjaga stabilitas harga.

Erwin menegaskan, penguatan produksi harus berjalan seiring dengan penguatan pasar dan pengolahan hasil agar jagung benar-benar menjadi fondasi ekonomi desa yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *