Inframenews.id, Jakarta – Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah besar dalam percepatan transisi energi dengan mendorong konversi jutaan sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik.
Melansir Republika, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah akan membentuk satuan tugas khusus guna mempercepat program konversi kendaraan bermotor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.
Program tersebut menargetkan sekitar 120 juta unit sepeda motor di Indonesia secara bertahap beralih menggunakan tenaga listrik.
Menurut Bahlil, pembentukan satgas ini merupakan arahan langsung dari Presiden untuk mempercepat implementasi kebijakan transisi energi nasional.
Langkah tersebut juga dipicu oleh ketidakpastian pasokan energi global, terutama setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada jalur distribusi minyak dunia seperti Selat Hormuz.
Pemerintah menargetkan implementasi program konversi motor listrik dapat berjalan dalam kurun waktu sekitar tiga hingga empat tahun ke depan.
Bahkan, percepatan implementasi diharapkan dapat dilakukan lebih cepat jika seluruh dukungan kebijakan dan infrastruktur tersedia.
Selain konversi kendaraan bermotor, satgas tersebut juga akan mempercepat berbagai program energi bersih lainnya, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas besar di berbagai wilayah.
Bahlil menjelaskan, percepatan transisi energi tidak hanya bertujuan memperluas penggunaan energi ramah lingkungan, tetapi juga untuk menekan beban subsidi energi yang selama ini ditanggung pemerintah.
Dengan berkurangnya penggunaan bahan bakar fosil dan meningkatnya pemanfaatan energi listrik, pemerintah berharap ketahanan energi nasional dapat semakin kuat di tengah dinamika geopolitik global.












