Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
BeritaHeadlineParigi MoutongPeristiwa

Petani Cengkeh Ditemukan Meninggal di Pegunungan Ulatan Palasa

31
×

Petani Cengkeh Ditemukan Meninggal di Pegunungan Ulatan Palasa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi penemuan mayat. Foto: Net

Inframenews.id, Palasa – Warga Desa Ulatan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, digemparkan oleh penemuan seorang petani yang meninggal dunia di area pegunungan pada Minggu (11/1/2026).

Korban diketahui bernama Suharjono (38), warga Desa Tomini Utara, Kecamatan Tomini.

Informasi penemuan mayat tersebut diterima aparat kepolisian sekitar pukul 20.30 WITA, setelah adanya laporan masyarakat terkait jenazah yang ditemukan di kebun cengkeh milik korban.

Berdasarkan keterangan keluarga, Suharjono berangkat ke kebunnya pada Sabtu pagi, 10 Januari 2026, untuk mengambil daun cengkeh di kawasan pegunungan.

Namun hingga keesokan hari, ia tak kunjung pulang.

Pada Minggu sore sekitar pukul 18.30 WITA, seorang warga melaporkan bahwa korban ditemukan meninggal dunia di kebunnya.

Keluarga bersama warga kemudian mengevakuasi jenazah menuju perkampungan.

Setibanya di bawah, jenazah langsung dibawa ke Puskesmas Palasa untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Hasil visum luar menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kasi Humas Polres Parigi Moutong IPTU Arbit membenarkan peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah mengambil sejumlah langkah sesuai prosedur.

“Anggota Polsek Tomini bersama Kanit Reskrim telah mendatangi TKP, mengamankan situasi, serta membawa korban ke Puskesmas Palasa untuk visum. Dari hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelas IPTU Arbit, Minggu malam.

Arbit menambahkan bahwa pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani berita acara penolakan.

“Kami menghormati keputusan keluarga. Proses pendataan dan dokumentasi tetap dilakukan sebagai bagian dari penanganan,” ujarnya.

Usai pemeriksaan, jenazah dibawa ke rumah duka di Tomini Utara untuk disemayamkan dan dimakamkan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa hingga kini tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut, namun tetap mengimbau warga untuk segera melapor jika menemukan kejadian mencurigakan, terutama di wilayah pegunungan yang jauh dari akses medis.

Laporan : Ahmad Sauki | Editor : Ahmad Tamsil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *