Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
BeritaHeadlineLingkunganParigi MoutongPeristiwa

Karhutla di Desa Ambason Mekar Tinombo, Api Mendekat ke Permukiman

22
×

Karhutla di Desa Ambason Mekar Tinombo, Api Mendekat ke Permukiman

Sebarkan artikel ini
Asap tebal terlihat membumbung dari area perbukitan Desa Ambason Mekar, Kecamatan Tinombo, Minggu (18/1/2026). Kebakaran hutan dan lahan belum sepenuhnya padam hingga Senin pagi. (Dok. BPBD)

Inframenews.id, Tinombo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Ambason Mekar, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, sejak Minggu (18/1/2026) siang.

Api yang awalnya muncul di area pegunungan perlahan merambat turun hingga mendekati kawasan permukiman warga.

Kobaran api pertama kali terpantau sekitar pukul 14.00 WITA. Asap tipis yang muncul dari arah bukit berubah menjadi kobaran yang sulit dikendalikan seiring bertiupnya angin.

Hingga Minggu malam, api belum berhasil dipadamkan dan sempat menimbulkan kecemasan warga di Dusun IV yang berada dekat jalur perambatan api.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Muhammad Rivai, menyebut api mulanya berada di lereng, lalu bergerak menuju kaki gunung.

“Berdasarkan pemantauan awal, api sudah berada di kaki gunung dan mengarah ke permukiman warga,” ujar Rivai.

Upaya koordinasi sempat terhambat akibat jaringan telekomunikasi di lokasi kejadian terbatas. Rivai mengaku kesulitan menghubungi petugas di lapangan dan baru mendapatkan kepastian bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) sudah tiba di lokasi untuk asesmen awal.

Upaya pemadaman dilanjutkan pada Senin (19/1/2026) dengan melibatkan TRC BPBD, masyarakat setempat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pemerintah desa.

Keterbatasan alat dan medan terjal membuat proses pemadaman harus dilakukan secara manual.

Lokasi kebakaran berada di perbukitan dengan akses jalan tanah yang tidak dapat dilalui kendaraan pemadam.

Petugas dan warga membawa karung goni basah, ranting, sekop, hingga jeriken air untuk memukul dan menyiram bara api di titik-titik yang bisa dijangkau.

“Medannya susah dan alat terbatas, jadi pakai perlengkapan yang ada,” kata salah satu petugas di lapangan.

Sementara itu, Manager Pusdalops BPBD Parigi Moutong, Ferian Alfrianto, menyebut titik api terdekat dengan permukiman berada sekitar 300 meter.

“Yang menuju ke permukiman warga sudah mulai bisa dikendalikan,” ujarnya.

Meski jalur menuju pemukiman berhasil diamankan, titik api lain yang berada jauh dari pemukiman masih terus dipantau karena perambatan terbantu angin dan vegetasi kering.

BPBD mulai mengantongi dugaan awal penyebab kebakaran. Rivai menyebut api berasal dari aktivitas pembakaran kayu di lahan kebun milik warga yang diduga ditinggalkan dalam keadaan belum benar-benar padam.

“Ada masyarakat yang membakar kayu-kayu di lahan kebun. Dikira apinya sudah mati, ternyata masih ada,” kata Rivai.

Angin kencang kemudian membuat api cepat membesar dan menjalar hingga ke area perbukitan.

Meski begitu, Rivai memastikan hingga Senin siang belum ada laporan korban jiwa maupun pengungsian akibat kejadian ini.

Laporan : Ahmad Sauki | Ahmad Tamsil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *