Inframenews.id, Parigi – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan kapal akibat rompon putus dan hanyut di perairan Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berakhir dengan hasil menggembirakan.
Dua nelayan yang sempat dilaporkan hilang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 20 Januari 2026, sekitar pukul 15.25 Wita.
Sebuah rompon yang ditumpangi dua nelayan dilaporkan putus dan hanyut di perairan Teluk Tomini, sekitar 37 mil laut dari Pos SAR Parigi, dan sempat kehilangan kontak.
Upaya pencarian awal dilakukan oleh pihak keluarga bersama masyarakat nelayan setempat.
Namun hingga beberapa waktu setelah kejadian, keberadaan kedua korban belum diketahui.
Tim SAR gabungan kemudian diterjunkan untuk melakukan operasi pencarian.
Pada Kamis, 22 Januari 2026, sekitar pukul 14.37 Wita, tim berhasil menemukan kedua korban dalam keadaan selamat di koordinat 0°52’00.6″S – 120°54’27.7″E, dengan jarak sekitar 6,9 mil laut dari lokasi kejadian awal.
Setelah ditemukan, kedua korban langsung dievakuasi menuju pelabuhan rakyat di Kabupaten Parigi Moutong.
Tim SAR gabungan bersama korban tiba di pelabuhan sekitar pukul 21.30 Wita dan selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., menyampaikan bahwa dengan ditemukannya seluruh korban dalam kondisi selamat, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.
“Alhamdulillah seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Operasi SAR kami nyatakan selesai, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” ujar Muh. Rizal.
Adapun dua korban selamat tersebut masing-masing bernama Marzuki (50) dan Wisno Bahalamu (48), keduanya berjenis kelamin laki-laki.
Dalam operasi ini, unsur SAR yang terlibat antara lain Tim Rescue Pos SAR Parigi, Polair Parigi, Pos AL Parigi, BPBD Parigi, pihak perusahaan, pemerintah desa, serta nelayan setempat.
Sejumlah alat utama (alut) turut dikerahkan, di antaranya rescue car, KM Aries milik perusahaan, peralatan navigasi, peralatan komunikasi, hingga perlengkapan medis dan evakuasi.
Dengan berakhirnya operasi ini, Basarnas Palu kembali mengimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan serta kondisi cuaca sebelum melaut, guna meminimalkan risiko kecelakaan di laut.
Editor : Ahmad Tamsil












