Inframenews.id, Maluku Utara – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah Laut Maluku Utara dan terasa hingga sejumlah daerah di Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) pagi.
Getaran kuat tersebut memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Melansir dari ABC Indonesia, gempa terjadi di wilayah laut sekitar Maluku Utara dan dirasakan luas hingga ke beberapa kota di sekitarnya, termasuk wilayah Sulawesi Utara.
Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat guncangan yang berlangsung beberapa detik.
Getaran gempa turut dirasakan di sejumlah daerah seperti Manado, Bitung, hingga Ternate, yang membuat masyarakat berhamburan ke luar rumah dan mencari tempat aman.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa terjadi. Namun, peringatan tersebut kemudian dicabut setelah hasil pemantauan menunjukkan tidak adanya potensi tsunami yang signifikan.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya sejumlah gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil setelah gempa utama. Warga di wilayah terdampak diimbau tetap waspada serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan.
Dalam peristiwa tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan, sementara sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan dan penanganan di lokasi terdampak guna memastikan kondisi tetap aman dan terkendali. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi dari instansi terkait dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.












