Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
HeadlineInternasionalPeristiwa

Jurnalis Kembali Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon

15
×

Jurnalis Kembali Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon

Sebarkan artikel ini
Jurnalis kembali menjadi korban dalam serangan Israel di Lebanon Selatan. Nama korban terbaru hingga deretan korban sebelumnya terungkap dari dokumentasi di lapangan, Rabu (22/4/2026). (Mahmoud Zayyat/AFP)

Inframenews.id, Jakarta – Jumat, 24 April 2026

Seorang jurnalis dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel di Lebanon Selatan saat konflik di kawasan tersebut kembali memanas.

Insiden ini menambah daftar panjang korban dari kalangan pekerja media dalam eskalasi konflik yang belum mereda.

Melansir dari media CNN Indonesia, jurnalis yang menjadi korban terbaru diketahui bernama Amal Khalil, yang bekerja untuk surat kabar Al-Akhbar.

Ia dilaporkan tewas akibat serangan udara yang menghantam sebuah rumah di wilayah al-Tayri pada 22 April 2026.

Dalam peristiwa tersebut, Amal Khalil disebut berada di dalam rumah untuk berlindung saat serangan terjadi.

Serangan itu tidak hanya menewaskan dirinya, tetapi juga sejumlah warga sipil lainnya di lokasi yang sama.

Selain korban tewas, seorang jurnalis foto bernama Zeinab Faraj dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Kondisi di lokasi kejadian disebut kacau, sehingga proses evakuasi berlangsung sulit di tengah situasi konflik yang masih berlangsung.

Data dari rangkaian foto yang ditampilkan juga mengungkap bahwa insiden ini bukan yang pertama. Sebelumnya, beberapa jurnalis lain turut menjadi korban dalam konflik di wilayah Lebanon Selatan.

Di antaranya adalah Ghada Dayekh dari Radio Sawt al-Farah serta Suzan Khalil dari Al-Manar TV yang dilaporkan tewas dalam serangan sebelumnya.

Selain itu, sejumlah nama lain seperti Ali Shoeib, Fatima Ftouni, dan Mohamed Ftouni juga tercatat sebagai korban dalam rangkaian serangan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Insiden berulang yang menimpa jurnalis ini memicu kecaman dari berbagai pihak.

Organisasi pers internasional menilai serangan di area peliputan sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers serta keselamatan jurnalis di wilayah konflik.

Di sisi lain, pihak militer Israel menyatakan bahwa serangan dilakukan dengan target kelompok bersenjata di wilayah tersebut, dan membantah secara sengaja menargetkan jurnalis.

Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya risiko yang dihadapi jurnalis di zona konflik, sekaligus menambah tekanan internasional untuk memastikan perlindungan terhadap pekerja media di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *