Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
HeadlineKesehatanNasionalPeristiwa

DBD Mewabah di Tapteng, 251 Warga Terjangkit dan 4 Meninggal Dunia

18
×

DBD Mewabah di Tapteng, 251 Warga Terjangkit dan 4 Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Kasus DBD di Tapanuli Tengah melonjak. Sebanyak 251 warga terjangkit dan empat orang dilaporkan meninggal dunia. (Foto Ilustrasi AI)

Inframenews.id, Tapanuli Tengah – Selasa, 12 Mei 2026

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mengalami lonjakan signifikan.

Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat sebanyak 251 warga terjangkit dan empat orang dilaporkan meninggal dunia.

Melansir dari media CNN Indonesia, lonjakan kasus tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah setempat.

Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah menyebut peningkatan kasus terjadi dalam beberapa bulan terakhir dan tersebar di sejumlah kecamatan.

Otoritas kesehatan setempat menyatakan tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir diduga menjadi salah satu pemicu meningkatnya populasi nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan penyebab utama penyebaran DBD.

Dari total 251 kasus yang tercatat, sebagian besar pasien telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan daerah.

Namun, empat pasien dilaporkan meninggal dunia akibat komplikasi yang ditimbulkan penyakit tersebut.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah kini meningkatkan kewaspadaan dengan mengintensifkan langkah pencegahan, mulai dari fogging di wilayah rawan, pemeriksaan jentik nyamuk, hingga edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat agar rutin menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mendaur ulang barang bekas, serta mencegah perkembangbiakan nyamuk di lingkungan sekitar.

Petugas kesehatan meminta warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, mual, hingga muncul bintik merah pada kulit.

Penanganan cepat dinilai sangat penting untuk mencegah kondisi pasien memburuk.

Lonjakan kasus DBD ini menambah daftar daerah di Sumatera Utara yang menghadapi ancaman penyakit musiman saat perubahan cuaca ekstrem.

Pemerintah daerah berharap keterlibatan aktif masyarakat dapat membantu menekan angka penyebaran.

Sejumlah sekolah dan fasilitas umum di wilayah terdampak juga mulai memperketat upaya kebersihan lingkungan sebagai langkah antisipasi meluasnya wabah.

Pemerintah setempat menargetkan penurunan angka kasus dalam beberapa pekan ke depan melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *