Inframenews, Palu
Jumat, 31 Juli 2026
Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah menekankan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga sebagai benteng menghadapi berbagai tantangan sosial saat reses di Kelurahan Lolu Selatan, Kota Palu.
Reses yang digelar pada Rabu (29/7/2026) itu dihadiri ratusan warga yang memanfaatkan kesempatan untuk berdialog dan menyampaikan berbagai aspirasi kepada wakil rakyat.
Bunda Wiwik, sapaan akrab Sekretaris Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah, mengatakan keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda.
Dalam dialog bersama masyarakat, ia menyoroti persoalan penyalahgunaan narkoba, tingginya angka perceraian, pernikahan usia anak, hingga pengaruh media sosial terhadap remaja.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun ketahanan rumah tangga. Orang tua harus hadir, mengawasi anak-anak, termasuk memberikan aturan dalam penggunaan telepon genggam agar tidak berlebihan,” ujarnya.
Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Sulawesi Tengah itu menilai pengawasan orang tua terhadap aktivitas digital anak semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Menurutnya, komunikasi yang baik dalam keluarga dapat mencegah anak mencari lingkungan pergaulan yang berpotensi membawa pengaruh negatif.
Selain itu, Wiwik menyampaikan Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah tengah membahas berbagai agenda yang berkaitan dengan penanganan persoalan sosial.
Ia mengatakan pembahasan tersebut mencakup upaya penanganan penyalahgunaan narkoba serta rencana penyusunan kajian akademik sebagai bagian dari proses pembentukan rancangan peraturan daerah terkait penanganan LGBT.
“Semua ini kami lakukan sebagai bagian dari upaya melindungi keluarga dan generasi muda. Ketahanan keluarga harus menjadi benteng pertama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang saat ini,” katanya.
Wiwik juga menyoroti tingginya angka perceraian yang dinilai perlu menjadi perhatian bersama melalui penguatan keharmonisan dalam rumah tangga.
Ia mengimbau para orang tua lebih aktif mendampingi anak, mengenal lingkungan pergaulannya, serta mengawasi penggunaan media sosial secara bijak.
Reses berlangsung interaktif dengan berbagai aspirasi masyarakat yang berharap penanganan persoalan sosial dilakukan melalui sinergi pemerintah, DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga.(*)













