Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
ParlemenPolitikSulawesi Tengah

Ambo Dalle Dorong Pengusaha Lokal Masuk Bisnis Pertambangan

27
×

Ambo Dalle Dorong Pengusaha Lokal Masuk Bisnis Pertambangan

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua III DPRD Sulteng H. Ambo Dalle menjadi pemantik diskusi peluang pengusaha lokal di sektor pertambangan di Palu, Minggu (31/8/2026).

Inframenews, Palu
Selasa, 1 September 2026

Wakil Ketua III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, H. Ambo Dalle, mendorong pengusaha lokal mengambil peran lebih besar dalam rantai bisnis pertambangan.

Dorongan tersebut disampaikan Ambo Dalle saat menjadi pemantik dalam Silaturahmi dan Diskusi Panel HMI/Keluarga Besar Hijau Hitam di Resto Foodie, Palu, Minggu (31/8/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Pengusaha Lokal di Bisnis Sektor Pertambangan Sulawesi Tengah”.

Ambo Dalle hadir dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua III DPRD Sulteng sekaligus Ketua Umum BPW HIPKA Sulawesi Tengah.

Menurut Ambo Dalle, perkembangan industri pertambangan di Sulawesi Tengah membuka peluang ekonomi yang cukup besar bagi pelaku usaha daerah.

Karena itu, pengusaha lokal dinilai perlu mempersiapkan diri agar mampu mengambil bagian dalam berbagai aktivitas bisnis yang muncul dari sektor pertambangan.

Ia menilai pengusaha daerah tidak harus berorientasi untuk memiliki Izin Usaha Pertambangan atau IUP.

Menurutnya, peluang usaha juga terbuka melalui sektor jasa pertambangan dan kontraktor pertambangan yang menjadi bagian dari rantai bisnis industri tersebut.

“Pengusaha lokal jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan IUP, tetapi harus melihat peluang lain dalam rantai bisnis pertambangan,” ujarnya.

Ambo Dalle menjelaskan, salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan pengusaha daerah adalah menjadi kontraktor mining melalui perusahaan jasa pertambangan.

Keterlibatan tersebut dinilai dapat membuka ruang bagi perusahaan lokal untuk memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas pertambangan di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, peluang tersebut membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, kemampuan manajemen, permodalan, serta keberanian pengusaha lokal untuk bersaing.

Ia berharap diskusi bersama kalangan HMI dan Keluarga Besar Hijau Hitam dapat menjadi ruang bertukar gagasan mengenai strategi memperkuat posisi pengusaha daerah.

Ambo Dalle menilai keterlibatan pengusaha lokal penting agar pertumbuhan industri pertambangan juga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat daerah.

Ia menekankan bahwa pengusaha lokal perlu melihat sektor pertambangan secara lebih luas, bukan hanya dari sisi kegiatan produksi mineral.

Rantai bisnis pertambangan mencakup berbagai kebutuhan jasa dan usaha yang dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha daerah untuk berkembang.

Dengan kesiapan dan strategi yang tepat, pengusaha lokal diharapkan mampu menjadi bagian dari ekosistem industri pertambangan Sulawesi Tengah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *