Inframenews, Jakarta
Rabu, 2 September 2026
Kebangkitan Marc Marquez menjadi ancaman serius bagi Aprilia dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Marquez baru saja meraih kemenangan di MotoGP Aragon 2026 dan memangkas jarak dengan Jorge Martin di puncak klasemen.
Pembalap Ducati tersebut kini menempati posisi kedua dengan selisih hanya 19 poin dari Martin yang masih memimpin kejuaraan.
Marco Bezzecchi yang finis ketiga di Aragon harus turun ke posisi ketiga klasemen setelah sebelumnya berada di posisi kedua.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menyadari kebangkitan Marquez menjadi tantangan besar bagi ambisi timnya meraih gelar dunia.
Melansir dari laporan Sky Italia, Rivola menilai Aprilia telah mengambil langkah tepat untuk masa depan, tetapi pekerjaan mereka belum selesai.
Menurut Rivola, Aprilia harus terus berjuang hingga balapan terakhir karena menghadapi Marquez yang disebutnya sebagai salah satu pembalap terhebat dalam sejarah.
Rivola bahkan menyebut kesempatan mengalahkan Marquez sebagai sebuah kehormatan sekaligus motivasi besar bagi Aprilia.
Marquez kini telah mengoleksi empat kemenangan musim ini, jumlah yang sama dengan Bezzecchi.
Kondisi tersebut membuat Aprilia tidak boleh lengah, terutama karena sejumlah seri tersisa berpotensi memberikan tantangan berbeda bagi motor mereka.
“Kami tidak akan menyerah sampai akhir,” tegas Rivola.
Rivola juga mengakui ada banyak hal yang dapat dipelajari Aprilia dari konsistensi Marquez sepanjang musim.
Menurutnya, Marquez mampu menang ketika memiliki peluang, tetapi tetap menghindari risiko berlebihan saat kondisi balapan tidak menguntungkan.
Rivola menilai pendekatan tersebut penting karena konsistensi menjadi faktor utama dalam perebutan gelar hingga akhir musim.
“Kita perlu belajar dari sikap itu,” ujarnya.
Rivola juga berusaha menjaga motivasi para pembalap Aprilia ketika mereka gagal meraih kemenangan atau podium.
Ia mengingatkan timnya bahwa finis di posisi ketiga, keempat atau kelima bukan alasan untuk kehilangan motivasi karena Aprilia sedang menghadapi para pembalap papan atas.
“Saya sering mengatakan kepada anak buah saya bahwa kita tidak boleh merajuk ketika finis di urutan keempat atau kelima,” kata Rivola.
Ia menegaskan Aprilia harus tetap menghargai pencapaian mereka karena bersaing dengan pembalap yang telah terbiasa meraih banyak kemenangan.
Rivola juga tetap percaya Martin dan Bezzecchi memiliki kemampuan untuk menjadi juara dunia MotoGP.
Ia menyebut keyakinan tersebut sudah dimilikinya sejak musim lalu ketika Aprilia memutuskan mempertahankan Martin.
Menurut Rivola, keputusan mempertahankan Martin terbukti tepat setelah pembalap tersebut mampu bersaing di papan atas bersama Bezzecchi.
Ia juga menilai Bezzecchi telah berkembang menjadi pembalap yang lebih baik daripada perkiraan banyak pihak sepanjang kariernya.
Persaingan semakin menarik karena Aprilia masih memimpin klasemen melalui Martin, sementara Marquez terus mendekat setelah penampilan dominannya di Aragon.(*)













