Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
BencanaKota PaluParlemenPeristiwaPKSPolitikSulawesi Tengah

Ketua Fraksi PKS Sulteng Hadiri Salat Istisqa

23
×

Ketua Fraksi PKS Sulteng Hadiri Salat Istisqa

Sebarkan artikel ini
Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah bersama peserta mengikuti Salat Istisqa di halaman Sekolah Islam Terpadu Al-Fahmi Palu, Jumat (4/9/2026), sebagai ikhtiar menghadapi kekeringan.(Humas)

Inframenews, Palu
Jumat, 4 September 2026

Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, menghadiri Salat Istisqa yang digelar Yayasan Pendidikan Al-Fahmi Palu, Jumat (4/9/2026).

Salat Istisqa atau salat memohon turunnya hujan tersebut berlangsung mulai pukul 07.00 WITA di halaman Sekolah Islam Terpadu Al-Fahmi Palu.

Bunda Wiwik, sapaan akrab Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, mengikuti pelaksanaan salat bersama peserta dan masyarakat yang hadir.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Meninggalkan Dosa-Dosa Ekologi” sebagai pesan untuk meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab manusia kepada Allah SWT.

Kegiatan tersebut menghadirkan Ustadz Drs. H. Mahmud Yunus Rahman, M.Pd. sebagai khatib dan Ustadz Aswandi, S.Pd., M.Pd. sebagai imam.

Salat Istisqa menjadi salah satu ikhtiar keagamaan ketika masyarakat menghadapi kondisi kekeringan dan membutuhkan turunnya hujan.

Dalam doa bersama, peserta memohon ampun kepada Allah SWT atas berbagai kekhilafan sekaligus memohon rahmat dan turunnya hujan.

Pesan menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut melalui refleksi terhadap kerusakan alam, pencemaran dan perilaku manusia yang mengganggu keseimbangan lingkungan.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penggalangan infak yang nantinya disalurkan kepada wilayah yang terdampak kabut asap dan kekeringan.

Menurut Bunda Wiwik, Salat Istisqa tidak hanya menjadi momentum untuk memohon hujan, tetapi juga mengajak masyarakat melakukan introspeksi dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Ia menilai menjaga bumi merupakan tanggung jawab bersama karena kerusakan lingkungan pada akhirnya dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan manusia.

Sementara itu, Mahmud Yunus dalam khutbahnya mengatakan kemarau panjang dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk fenomena El Nino dari sisi ilmu pengetahuan.

Namun, ia mengajak masyarakat merenungkan faktor lain dengan mengutip QS Ar-Rum ayat 41 tentang kerusakan di bumi akibat perbuatan manusia.

“Musim kemarau juga terjadi karena ulah manusia yang dengan mudah merusak alam. Banyaknya kemaksiatan dan kemungkaran juga bagian dari terjadinya musim kemarau,” ujar Mahmud Yunus.

Karena itu, Mahmud Yunus mengajak seluruh insan dan civitas akademika Yayasan Pendidikan Al-Fahmi untuk bertaubat serta memohon ampun kepada Allah SWT.

Ia berharap doa dan introspeksi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar agar kemarau panjang yang terjadi dapat segera berakhir.

Kekhusyukan Salat Istisqa semakin terasa saat sejumlah guru dan siswa meneteskan air mata dalam momen doa bersama setelah pelaksanaan salat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *