Inframenews, Parigi Moutong
Kamis, 24 September 2026
Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase mengusulkan Kabupaten Parigi Moutong sebagai lokus Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi atau SEHATI.
Usulan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal di Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
Audiensi berlangsung di ruang rapat Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Erwin didampingi Ketua DPRD Parigi Moutong Alfres Masboy Tonggiroh dan Wakil Ketua I DPRD Sayutin Budianto Tongani.
Turut hadir Ketua Komisi I Moh. Irfain, anggota DPRD Faizan Badja, Arnold, Basuki dan Yushar.
Hadir pula Kepala Dinas Perhubungan Lewis, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Ervian Aksa Yoza dan Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Hairudin.
Bupati menjelaskan bahwa Parigi Moutong memiliki keunggulan geografis dan sumber daya alam yang mendukung tujuan Program SEHATI.
Menurutnya, garis pantai yang panjang serta banyaknya desa dan kelurahan menjadi potensi untuk menyinergikan Program SEHATI dengan Gerakan Membangun Desa atau GERBANG DESA.
Bupati menyebut Parigi Moutong merupakan salah satu daerah penghasil beras terbesar di Sulawesi Tengah.
Selain sektor pangan, potensi perkebunan juga dinilai besar, termasuk durian yang telah diekspor ke Tiongkok dalam bentuk beku.
Potensi lainnya mencakup kelapa dalam yang disebut terbesar di Sulawesi Tengah serta komoditas kakao.
“Semua ini perlu ditingkatkan,” ujar Bupati Erwin.
Bupati juga menyampaikan potensi perikanan di Teluk Tomini yang memiliki kekayaan hayati dan masih membutuhkan perhatian serta pengembangan.
Pengembangan sektor tersebut diharapkan dapat mendorong masuknya investasi ke Parigi Moutong.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Lewis menjelaskan tantangan aksesibilitas akibat karakter wilayah Parigi Moutong yang terdiri atas pesisir, dataran rendah, perbukitan hingga pegunungan.
Menurutnya, kondisi jalan yang belum optimal dan jarak tempuh yang jauh masih menghambat mobilitas masyarakat, akses pelayanan dasar serta distribusi hasil bumi.
Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Mulyadin Malik menyambut baik usulan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong tersebut.
“Insya Allah, untuk tahun 2027 Parigi Moutong dapat ditetapkan sebagai lokus Program SEHATI, didukung pula dengan pengembangan kawasan transmigrasi,” ujarnya.
Mulyadin juga menyebut Parigi Moutong sebagai kabupaten yang terbuka dan memiliki prospek pengembangan ke depan.
Menanggapi dukungan tersebut, Bupati Erwin menegaskan pihaknya akan melengkapi seluruh berkas persyaratan yang diminta.
Langkah tersebut dilakukan agar usulan penetapan Parigi Moutong sebagai lokus Program SEHATI dapat segera direalisasikan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.(*)













