Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
HeadlineInternasional

Pasukan AS Tinggalkan Irak, Risiko ISIS Kembali Menguat

42
×

Pasukan AS Tinggalkan Irak, Risiko ISIS Kembali Menguat

Sebarkan artikel ini
Amerika Serikat menarik penuh pasukannya dari fasilitas militer di wilayah federal Irak, Minggu (18/1/2026). Foto: militarnyi.com

Inframenews, Baghdad
Rabu, 30 September 2026

Pasukan Amerika Serikat menyelesaikan penarikan dari pangkalan-pangkalan terakhir mereka di Irak pada Rabu (30/9/2026).

Melansir dari Republika.co.id yang mengutip Reuters, penarikan tersebut mengakhiri lebih dari dua dekade kehadiran militer AS di Irak.

Penarikan pasukan itu merupakan bagian dari kesepakatan yang dibuat Washington dan Baghdad pada 2024 saat pemerintahan Presiden Joe Biden.

Pelaksanaannya kemudian berlangsung di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump di tengah meningkatnya ketegangan AS dengan Iran.

Kepergian pasukan AS disambut sebagai kemenangan oleh Iran dan sejumlah kelompok bersenjata yang memiliki hubungan dengan Teheran.

Namun, sejumlah analis dan pejabat keamanan Irak memperingatkan potensi kekosongan keamanan setelah berakhirnya kehadiran koalisi pimpinan AS.

Analis keamanan Irak Jasim al-Bahadli menilai Iran berpotensi memperoleh keuntungan strategis karena salah satu penyeimbang pengaruh Teheran di Irak telah berkurang.

Menurutnya, kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran juga berpeluang meningkatkan pengaruh mereka dalam pengambilan keputusan keamanan dan politik Irak.

Di sisi lain, sejumlah pejabat keamanan Irak memperingatkan risiko kebangkitan kembali Islamic State atau ISIS.

Kelompok tersebut memang kehilangan wilayah kekuasaannya hampir satu dekade lalu, tetapi masih mempertahankan jaringan sel tidur di sejumlah wilayah Irak.

Komandan Kurdi Sirwan Barzani mengatakan dukungan intelijen, logistik, pengawasan udara, dan drone dari AS selama ini membantu pasukan Irak menghadapi ancaman ISIS.

Ia menyebut pergerakan sejumlah sel tidur ISIS telah terdeteksi dalam beberapa pekan terakhir setelah pengumuman penarikan pasukan koalisi.

Kekhawatiran tersebut juga muncul setelah aparat keamanan Irak mendeteksi dugaan persiapan serangan bunuh diri yang waktunya bertepatan dengan proses penarikan pasukan AS.

Kolonel Khalid al-Bayati, pejabat keamanan senior di Kirkuk, mengatakan ISIS berupaya menunjukkan bahwa kelompok tersebut masih memiliki kemampuan melakukan serangan.

Penarikan AS berlangsung lebih dari dua dekade setelah invasi 2003 yang menggulingkan pemerintahan Saddam Hussein.

Pasukan AS kemudian meninggalkan Irak pada akhir 2011 sebelum kembali pada 2014 sebagai bagian dari operasi melawan ISIS.

Reuters mencatat sekitar 4.500 personel militer Amerika tewas selama lebih dari dua dekade keterlibatan militer AS di Irak.

Sementara itu, sebagian masyarakat Irak menyambut berakhirnya kehadiran pasukan asing, meski sejumlah pihak mempertanyakan kesiapan Irak mengambil alih seluruh tanggung jawab keamanan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *