Inframenews, Parigi Moutong
Senin, 5 Oktober 2026
Posko Penanganan Darurat Kekeringan dan Karhutla Kecamatan Bolano menyalurkan 15.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan, Senin (5/10/2026).
Distribusi air bersih tersebut menyasar Desa Gunung Sari, Pondok Pesantren Daarul Maarif di Desa Kotanagaya, dan SMP 1 Bolano Lambunu.
Penyaluran dilakukan sebagai bagian dari penanganan dampak kekeringan yang terjadi di wilayah Kecamatan Bolano.
Berdasarkan laporan posko, kekeringan telah berdampak pada areal perkebunan seluas 44,8 hektare.
Sementara itu, tidak terdapat laporan areal persawahan yang terdampak kekeringan dalam laporan harian tersebut.
Posko Kecamatan Bolano juga tidak mencatat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Senin (5/10/2026).
Untuk mendukung penanganan darurat, posko dilengkapi sejumlah peralatan, termasuk tenda pengungsi, tiga velbed, serta dua unit alkon beserta selang.
Peralatan lainnya meliputi kompor gas dan tabung, penampung air, tiga kaki tandon, tiga tandon air, serta dua jet shooter pemadam.
Posko juga memiliki dua pemukul api, satu mobil MTA PMI, dan satu unit genset.
Sejumlah personel bersiaga di posko untuk mendukung penanganan kekeringan dan potensi karhutla di wilayah Kecamatan Bolano.
Personel tersebut terdiri dari Fadli selaku koordinator lapangan, M Saleh, Putra Setiawan, Hendra dari PMI, Fadil dari PMI, serta Yaros sebagai relawan perwakilan BPBD Kecamatan Bolano.
Distribusi air bersih dan kesiapsiagaan personel menjadi bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.(*)













