Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
BencanaHeadlineLingkunganNasionalPeristiwa

Pahami Sifat Lahan Gambut, Alasan Kebakaran Hutan di Kalimantan Sulit Dipadamkan

20
×

Pahami Sifat Lahan Gambut, Alasan Kebakaran Hutan di Kalimantan Sulit Dipadamkan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Kebakaran Lahan Gambut

Inframenews, Jakarta
Kamis, 15 Oktober 2026

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan sering kali sulit dipadamkan sepenuhnya meskipun kobaran api di permukaan tampak sudah padam.

Fenomena ini terjadi lantaran api pada lahan gambut dapat terus membara di bawah lapisan tanah yang kaya akan bahan organik tanpa menghasilkan nyala api yang jelas.

Dilansir dari TRIBUNTJOGJA.COM, proses pembakaran lambat di bawah permukaan tanah ini dikenal dengan istilah smouldering combustion.

Karakteristik gambut yang terbentuk dari tumpukan sisa tumbuhan membuat material ini menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar ketika mengering di musim kemarau.

Keberadaan kanal drainase yang dibuat tanpa pengelolaan tata air yang tepat turut memperparah kondisi dengan menurunkan muka air tanah dan membuat gambut kehilangan kelembapannya.

Penelitian menunjukkan bahwa penyiraman air dari permukaan sering kali tidak cukup untuk memadamkan bara di kedalaman tanah.

Gambut yang sangat kering bahkan bisa mengalami sifat hidrofobik atau menolak air, sehingga air yang disiramkan tidak mampu meresap secara merata hingga ke titik bara.

Oleh karena itu, upaya penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman api di permukaan atau water bombing dari udara.

Penanganan yang efektif membutuhkan pembasahan total (rewetting), pengawasan ketat pada titik rawan, serta pengelolaan tata air gambut secara berkelanjutan untuk mencegah kebakaran berulang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *