Inframenews, Palu
Sabtu, 17 Oktober 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mendeteksi sebaran asap kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti hampir seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 11.00 WITA.
Berdasarkan pantauan citra Satelit Himawari-9, sebaran paparan asap melingkupi empat provinsi utama di Pulau Sulawesi, yakni Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, serta Sulawesi Tenggara.
Di wilayah Sulawesi Tengah, sebaran asap terpantau menyelimuti Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-Una, Morowali, Morowali Utara, Banggai, Banggai Laut, hingga Banggai Kepulauan.
Hasil analisis pergerakan angin menunjukkan bahwa material asap berhembus secara konsisten mengarah ke Barat Laut hingga Timur Laut mengikuti arah angin utama dari arah Timur-Tenggara.
Kecepatan tiupan angin di wilayah Indonesia pada umumnya bergerak dari arah Timur–Tenggara menuju Barat Laut–Utara, yang berpotensi memperluas jangkauan paparan kabut asap di kawasan pesisir.
BMKG mengimbau seluruh lapisan masyarakat di kawasan terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar rumah guna menghindari risiko gangguan kesehatan akibat pendedahan polusi udara asap.
Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan diimbau wajib memakai masker pelindung diri, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta memperkuat kesiapsiagaan serta terus memantau pemutakhiran data perkembangan cuaca dan kualitas udara dari BMKG secara berkala demi keselamatan masyarakat.(*)













