Scroll untuk baca artikel
Banner Inframenews - Perkaya wawasan Anda bersama Inframenews
Example floating
Example floating
Parigi MoutongPendidikan

Disdikbud Parigi Moutong Evaluasi Ketat Uji Coba Full Day School di 23 Kecamatan

3
×

Disdikbud Parigi Moutong Evaluasi Ketat Uji Coba Full Day School di 23 Kecamatan

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Manajemen SD Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim. (Foto: Dok JURNALLENTERA.com)

Inframenews.id, Parigi Moutong – Senin, 2 Februari 2026

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan uji coba program full day school pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan tanpa menimbulkan kendala bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, mengatakan pengawasan dilakukan secara rutin melalui laporan dari sekolah dan pengawas di masing-masing wilayah.

“Uji coba ini kami awasi ketat. Setiap pekan sekolah dan pengawas wajib melakukan evaluasi dan melaporkan jika ada kendala,” ujar Ibrahim di Parigi.

Ia mengungkapkan, hingga memasuki pekan kedua pelaksanaan di sejumlah sekolah yang tersebar pada 23 kecamatan, pihaknya belum menerima laporan mengenai kendala yang berarti.

Baik koordinator wilayah, pengawas sekolah, maupun kepala sekolah disebut belum melaporkan adanya persoalan signifikan selama pelaksanaan program.

Menurut Ibrahim, penerapan full day school tidak menambah jumlah jam pelajaran siswa, melainkan hanya menata ulang jadwal pembelajaran yang telah ada sebelumnya.

“Penerapan full day school tidak menambah beban jam pelajaran siswa, melainkan hanya menata ulang jadwal belajar yang sudah ada,” katanya.

Kebijakan tersebut juga sejalan dengan ditiadakannya kegiatan belajar mengajar pada hari Sabtu.

Dengan demikian, mata pelajaran yang sebelumnya dijadwalkan pada hari Sabtu dialihkan ke hari Senin hingga Jumat dengan penyesuaian waktu belajar pada sore hari.

“Jumlah jam pelajaran tetap sama. Yang berubah hanya pengaturan waktunya, karena mata pelajaran yang biasanya dijadwalkan hari Sabtu dialihkan ke sore hari dari Senin sampai Jum’at,” jelasnya.

Selain itu, sekolah diberikan ruang untuk mengembangkan muatan kurikulum internal sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan selama tetap mengikuti ketentuan jam belajar yang berlaku.

“Sekolah diberi ruang berinovasi, tetapi tetap dalam koridor aturan,” ungkapnya.

Ibrahim menjelaskan, uji coba full day school dilaksanakan selama satu semester pada semester genap tahun ajaran berjalan.

Hasil evaluasi nantinya akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara resmi di seluruh satuan pendidikan.

Apabila hasil evaluasi menunjukkan dampak positif dan tidak menimbulkan persoalan berarti, Disdikbud Parigi Moutong akan melaporkannya kepada Bupati untuk ditindaklanjuti melalui penerbitan surat edaran resmi.

Menurutnya, dukungan orang tua menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan program tersebut.

Sejauh ini, respons masyarakat dinilai cukup baik, terutama di sekolah yang telah mendapatkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

“Orang tua terbantu karena tidak perlu lagi menyiapkan bekal. Anak-anak sudah mendapat makanan di sekolah. Jam pulang siswa juga masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu kenyamanan belajar. Kadang jam dua sudah pulang. Prinsipnya jam pelajaran terpenuhi dan anak-anak tetap nyaman belajar,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *