Inframenews.id, Tojo Una-Una – Rabu, 3 Juni 2026
Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Bailo, Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, yang dilaporkan hilang setelah tidak kembali dari melaut.
Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dari pihak keluarga korban pada Rabu (3/6/2026) pukul 12.05 Wita.
Korban diketahui bernama Fiki (20). Berdasarkan keterangan keluarga, korban berangkat memancing di Perairan Bailo pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.
Korban diketahui memiliki kebiasaan kembali ke rumah keesokan harinya setelah melaut. Namun hingga Rabu siang, korban belum juga kembali sehingga pihak keluarga bersama teman-temannya melakukan pencarian secara mandiri.
Karena upaya pencarian tidak membuahkan hasil, keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Unit Siaga SAR (USS) Ampana untuk meminta bantuan pencarian dan pertolongan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue USS Ampana bergerak menuju Desa Bailo dan tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 Wita. Tim kemudian berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pemerintah setempat sebelum melaksanakan briefing, pengecekan kesiapan personel dan peralatan, serta pembagian tugas sesuai prosedur operasi SAR.
Pada pukul 14.00 Wita, Tim SAR Gabungan mulai melakukan pencarian menggunakan speed boat milik pemerintah daerah dengan radius pencarian sekitar 3 mil laut dari lokasi kejadian.
Pencarian hari pertama berlangsung hingga pukul 18.00 Wita, namun korban belum ditemukan.
Tim SAR Gabungan kemudian melaksanakan evaluasi dan memutuskan melanjutkan operasi pencarian pada Kamis (4/6/2026).
Pada hari kedua pencarian, tim kembali melakukan briefing pada pukul 07.00 Wita sebelum bergerak menyisir area pencarian menggunakan speed boat pemerintah daerah dan kapal nelayan.
Area pencarian difokuskan di sejumlah titik yang telah ditentukan berdasarkan analisis kemungkinan pergerakan korban di sekitar Perairan Bailo.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue USS Ampana, Polsek Ampana, Polairud, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), BPBD Ampana, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Untuk mendukung operasi, tim menggunakan sejumlah peralatan seperti rescue car, perahu karet, peralatan navigasi, peralatan komunikasi, perlengkapan medis, serta peralatan evakuasi.
Hingga berita ini ditulis, korban masih belum ditemukan dan operasi pencarian masih terus dilanjutkan oleh Tim SAR Gabungan.












